METRO PADANG

Dinilai Melelahkan Bagi JCH Lansia dan Risti, Seremoni Pelepasan Jemaah Haji 2025 Ditiadakan

0
×

Dinilai Melelahkan Bagi JCH Lansia dan Risti, Seremoni Pelepasan Jemaah Haji 2025 Ditiadakan

Sebarkan artikel ini
SAMPAI DI BIM— Jemaah haji Kloter 6 pada Senin (13/5) sore tiba di Bandara Internasional Minangkabau dan akan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah pukul 23.50 WAS.

BIM, METRO–Suasana haru bercampur semangat mewarnai pelepasan jemaah haji asal Tanah Datar, Pesisir Selatan dan Kota Padang yang tergabung dalam Kelompok Terbang 06 di Aula kedatangan Internasio­nal BIM, Senin (12/5) sore.

Pada momen penting ini, Sekretaris PPIH Embarkasi Padang H M Rifki tidak hanya mengucapkan selamat jalan kepada para calon tamu Allah, tetapi juga menitipkan sejumlah pesan kepada jemaah saat tiba di tanah suci nanti.

“Insyaallah jemaah yang terdiri dari 171 jemaah laki laki dan 252 jemaah perempuan ini berangkat full hari ini dengan No pe­ner­bangan LNI3084. Diper­­kira­kan pesawat landing di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah pukul 23.50 WAS, “ jelasnya.

Ia menyoroti keunikan skema keberangkatan jemaah embarkasi Padang sejak kloter 01 diterbangkan. Dimana  terdapat tiga skema proses boarding saat keberangkatan jemaah hingga kloter 06 ini.

Pertama, untuk kloter 01 menggunakan cara la­ma dimana bus yang me­ng­­angkut jemaah dari Asrama Haji setibanya di BIM, jemaah langsung me­nai­ki tangga pesawat.

“Jarak 10 meter jema­ah langsung naik ke tangga itu untuk kloter 01,” katanya.

Untuk kloter 2 hingga kloter 5 akses jemaah me­nai­ki pesawat melalui garbarata gate I lantai II.

“Dan ini untuk jemaah haji embarkasi Padang asal Bengkulu. Begitu mereka sampai di BIM dan turun dari pesawat masuk ke ruang tunggu. Kemudian me­reka naik pesawat menuju Madinah di jalur yang sa­ma,” jelasnya.

Kemudian, untuk kloter 06 full jemaah dari Sumatera Barat dilakukan skema yang ketiga. Jemaah diantar dengan bus ke pintu masuk aula kedatangan Internasional BIM. Kemudian menaiki eskalator menuju pesawat.

“Semoga ini membuat nyaman jemaah. Hanya saja nanti akan kita evaluasi kembali lagi apakah waktunya sesuai atau tidak. Jika pun nanti akan ada revisi lagi, mungkin ada skema lainnya yang kita lakukan,” ulasnya.

Namun demikian, me­nu­rut­nya sistem ini diha­rap­kan dapat mempercepat segala proses kebe­rang­katan jemaah haji me­nuju tanah suci.

Di sisi lain Rifki juga mengingatkan agar para petugas senantiasa sigap melayani jemaah dan me­na­ngani jemaah jika dite­mu­­kan masalah di lapangan.

“Petugas kloter harus proaktif menyampaikan setiap perkembangan kepada petugas yang sudah berada di Arab Saudi. Komunikasi yang efektif dan efisien itu vital. Jika ada kendala, segera ambil tindakan. Koordinasi menjadi penting, karena prioritas kita adalah penanganan jemaah secara cepat,” ungkapnya.

Sebelumnya, jemaah yang berjumlah 423 orang ini telah di lepas secara resmi di aula kedatangan. Ditandai dengan penyerahan bendera dari Sekretaris PPIH Embarkasi kepada Ketua Kloter dan penyerahan alat pengeras suara kepada pembimbing iba­dah haji.

Rifki menyebut Embar­kasi Padang yang melayani jamaah calon haji (JCH) dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, kini meniadakan kegiatan seremoni yang dinilai dapat melelahkan JCH, khususnya yang lanjut usia (lansia) dan Risti.

“Kalau selama ini penerimaan JCH Embarkasi Padang diawali dengan penerimaan oleh pihak Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH), sekaligus penyerahan jemaah dari pemerintah daerah yang dikemas dalam giat keprotokolan, kini kegiatan seremonial itu ditiadakan,” kata Rifki.

Hal tersebut dengan pertimbangan agar tidak tidak melelahkan JCH dengan rangkaian kegiatan yang panjang.

Selain meniadakan kegiatan seremoni, sambung Rifki, sebelumnya jemaah juga telah mendapatkan layanan one stop service di aula kedatangan, dengan tetap mengutamakan layanan ramah lansia dan ramah risti.

Menu Kacang Hijau

Sementara itu, menu Konsumsi jemaah selama di Embarkasi Padang, menjadi salah satu yang diperhatikan PPIH Embarkasi. Bagaimana tidak sebelum jemaah diterbangkan ke Tanah suci, ratusan jemaah akan menerima layanan makan dan Snack dari pe­tugas selama menginap di­as­rama haji.

Koordinator Penilitian dan Pengawasan Konsumsi Jemaah P3IH Embarkasi Padang Ny Rosnimar Mah­yudin mengatakan, bubur ka­cang hijau memang menj­adi sajian khusus yang disediakan Panitia Pe­nye­leng­gara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi  Haji Provinsi Sumbar melalui anggaran PKOH (Pengelolaan Keuangan Ope­­rasional Haji) Bidang PHU Kemenag Sumbar. Me­nu ini dibe­rikan setibanya jamaah di Aula Kedatangan Asrama Haji.

“Bubur kacang hijau ini kami harap bisa menjadi penghangat dikala dinginnya cuaca. Menjadi penguat jemaah setelah menempuh perjalanan dari daerahnya masing masing,” ujar Rosnimar didam­pingi Lili Fitriani Edison dan Yenti Rifki.

Menurut Rosnimar, pelayanan para petugas terhadap jemaah dengan se­pe­nuh hati, diharapkan menjadi semangat dan spi­rit tersendiri bagi jemaah untuk menjalankan ibadah di tanah suci.

“Alhamdulillah yang kita sediakan bersih, sehat, dan bergizi juga cocok untuk semua usia,” katanya.

Sementara, layanan makan siang dan makan malam jemaah nanti para petugas seksi konsumsi dari PPIH juga senantiasa siap siaga mendampingi jemaah.

Untuk makan siang dan makan malam, sambungnya dipusatkan di ruang makan Asrama Haji Pa­dang.  Untuk itu, Rosnimar mengimbau dan mengajak anggota bidang konsumsi untuk senantiasa fokus dengan tugas masing masing, sehingga tidak ada yang luput dari layanan yang semestinya diterima jemaah. Sehingga menu ini disajikan para petugas dan memastikan jemaah men­dapat jasa layanan makan atau katering setiap hari.

Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M, jemaah mendapatkan layanan makan penuh selama di asrama haji. Seperti Snack selamat datang, makan malam, sarapan, makan siang dan snack jelang keberangkatan menuju Bandara Internasional Minangkabau.

“Pelayanan makanan untuk jemaah saat tiba diasrama cukup lengkap. Ada snack selamat datang bubur kacang hijau, roti serta air mineral,” latanya.

Selanjutnya jemaah ju­ga diberi konsumsi makan sebanyak tiga kali sehari. Seperti sarapan, makan malam, dan makan siang. Untuk makan siang menyesuaikan jadwal keberang­ka­tan jemaah ke Bandara. Jika tidak cukup waktu akan dibuat dalam kemasan nasi kotak.

Rosnimar secara khu­sus mengajak jemaah untuk tidak menunda-nunda makan. Ketika waktu makan tiba, makanan harus segera dikonsumsi.

Ketepatan waktu makan ini penting demi menghindari makanan menjadi kurang segar, tutur Rosnimar. Jemaah haji diimbau untuk memperhatikan hal ini demi menjaga stamina tubuh tetap sehat dan prima.

Menu makanan bagi jemaah haji Sumbar dihadirkan dengan cita rasa beragam. Menu disajikan dengan lengkap, yakni na­si, lauk pauk, buah-buahan, dan air mineral. (ren/rel)