JAKARTA, METRO-Markas Besar TNI AD (Mabesad) memastikan bahwa mereka bertanggung jawab penuh terhadap para korban ledakan amunisi kadaluarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar). Termasuk 9 korban meninggal dunia berlatar belakang warga sipil.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa jenazah 9 korban meninggal dunia itu akan dimakamkan setelah mendapat izin dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk.
“Untuk korban yang berasal dari masyarakat sekitar, setelah ada izin dari tim medis nanti akan diambil oleh pihak keluarga masing-masing dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa sekitar,” imbuhnya.
Wahyu memastikan, TNI AD bertanggung jawab secara penuh. Tidak hanya kepada korban berlatar belakang prajurit Angkatan Darat, mereka juga bertanggung jawab penuh kepada korban dan keluarga korban yang berasal dari warga sekitar atau masyarakat sipil.
“TNI AD bertanggung jawab secara penuh untuk membantu semua proses penanganan dan pemakaman para korban baik yang berasal dari TNI AD maupun yang berasal dari masyarakat sekitar,” kata dia.
Jenderal bintang 1 TNI AD itu menyampaikan, Kodam III/Siliwangi dan Korem 062/Tarumanegara bersama jajaran Kodim 0611/Garut akan membantu para korban dan keluarganya sampai proses pemakaman selesai dilakukan. TNI AD juga memohon doa dari semua pihak agar semua urusan tersebut berjalan lancar.
“Kami mohon doa agar semua proses penanganan para korban menuju tempat peristirahatan yang terakhir dapat berjalan dengan lancar, dan kami juga mohon doa kegiatan investigasi yang hari ini dilanjutkan TNI AD dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya. (jpg)






