PAYAKUMBUH/50 KOTA

Dedi Mulyadi Tegaskan Pembinaan Siswa Nakal Bukan Pendidikan Militer, Minta Semua Daerah Bersiap

0
×

Dedi Mulyadi Tegaskan Pembinaan Siswa Nakal Bukan Pendidikan Militer, Minta Semua Daerah Bersiap

Sebarkan artikel ini
TEGAS— Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kalau pembinaan siswa-siswi nakal melibatkan tentara dan polisi di barak militer, bukan merupakan pendidikan militer.

JAKARTA, METRO–Gubernur Jawa Barat De­di Mulyadi menegaskan kalau pembinaan siswa-siswi nakal melibatkan tentara dan polisi di barak militer, bukan merupakan pendidikan militer. Hal tersebut disampaikan oleh Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kodim 0610 Sumedang untuk melihat para siswa SMP yang akan mulai menjalani pendidikan di barak militer.

Usai berbincang dengan sejumlah siswa SMP, Dedi di­wawancarai oleh para awak media mengenai durasi pendidikan. “Yang punya metodologi Bupati, karena ini pengelolaannya di bawah Bupati, Pak Dandim, diawasi Pak Danrem,” tuturnya di­lan­sir dari Radar Bogor (Grup JawaPos).

Dedi Mulyadi menyebutkan, jajaran Polri juga akan ikut mengawasi. Nantinya, di barak militer, para siswa nakal akan diberikan pembe­kalan mengenai aturan lalu lintas, menghilangkan kebiasaan naik motor (sebelum usianya) dan kebiasaan main­ game.

Kemudian, Dedi menyampaikan dari sisi metodologi sudah sangat baik. “Psikologi, tes kesehatan, cakupan gizi, berat badan, itu menjadi dasar utama ba­gai­mana nanti sebelum masuk dan sesudah masuk perubahannya,” jelasnya.

Dedi menegaskan, hal ini menunjukkan ke publik, bukan pendidikan militer. “Ini adalah pendidikan kedisiplinan siswa agar siswa mau minum air putih, agar siswa mau makanan bergizi, bernutrisi, mau berolahraga,” paparnya.

Karena, Dedi meng­ung­kap­kan, salah satu rekomendasi adalah anak-anak ini tidak pernah berolahraga. Salah satu wartawan menanyakan daerah lain yang akan mengadakan pendidikan serupa.

Dedi mengatakan, Cianjur dan Kota Bekasi sudah mempersiapkan diri. “Pokok­nya semua daerah yang berkebutuhan dan para bupatinya juga jangan merasa gengsi dan takut,” tegasnya.

Jangan sampai, Dedi me­nam­­bahkan, begitu tempat lain sudah tertib dan rapi, tapi di tempat lainnya malah bera­ntakan. “Nanti di kabupatennya ribut geng motor tidak terkendali, kan malu,” tandasnya. (jpg)