SOLOK, METRO–Bupati Solok Jon Firman Pandu menilai tanaman padi pokok murah merupakan terobosan baru bagi pemerintah daerah dan petani. Diharapkan seluruh petani di daerah Kabupaten Solok menerapkan pola tanam sawah pokok murah ini. Saat melakukan panen perdana Padi sawah pokok murah, Jon Pandu meminta kepada Dinas Pertanian untuk terus mengembang pola tanam sawah pokok murah di seluruh wilayah di Kabupaten Solok.
Jon Pandu meminta Dinas Pertanian dan jajaran terus memberikan sosialisasi dan pengaplikasian pola tanam sawah pokok murah ke masyarakat petani. Sehingga progres pengembangan sawa pokok murah ini, terus berkembang dan diikuti oleh para petani.
“Semoga pada tahun depan kita bisa melaksanakan panen raya serentak penerapan sawah pokok murah ini di banyak kecamatan,” harapnya.
Dari data yang ada pada Dinas Pertanian Kabupaten Solok terlihat bahwa saat ini sawah pokok murah baru diaplikasikan sebanyak 10,6 Ha yang tersebar di 7 Kecamatan. Petugas penyuluh pertanian terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada petani untuk mencoba mengaplikasikan sawah pokok murah tersebut kepada petani.
Dinas Pertanian masih terus melakukan sosialisasi dan kaji terap pengembangan sawah pokok murah tersebut kepada para petani. Jika hal ini bisa dipahami oleh petani, bahwa program ini akan memberikan keuntungan yang lebih kepada petani itu sendiri.
Penerapan sawah pokok murah merupakan inovasi dan pengembangan dari sistem tanam jajar legowo (Jarwo). Di mana pola tanam padi diberikan jarak, namun lebih banyak kepada pemanfaatan jerami sebagai pupuk alami dan pembasmi hama.
Dalam penerapan sawah pokok murah, jerami yang selesai dipanen langsung di manfaatkan sebagai pupuk dan pembasmi hama. Penggunaan air di bagian bawah area tanam, juga merupakan salah satu upaya untuk menghambat hama keong atau siput yang memakan batang padi. Semua alur yang diterapkan merupakan proses alami yang diterapkan oleh para petani dulu dalam bertanam padi.
Penerapan sawah pokok murah akan terus dikembangkan melalui pemahaman dan sosialisasi oleh Penyuluh Pertanian melalui kelompok tani ataupun perseorangan.
Ditargetkan Pemkab Solok akan terus mengembangkan sistim ini di seluruh Kabupaten Solok. “Kita ingin petani untuk proaktif mengikuti program pengembangan pola pertanian, agar petani di kabupaten Solok lebih maju dan berkembang. Sehingga peningkatan pendapatan dari sektor pertanian semakin meningkat,” tambah Jon Pandu. (vko)






