Bukittinggi – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengamanan di lingkungan kerja, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 2 (UPP Sumbagteng 2) menyelenggarakan pelatihan penyegaran kemampuan bagi satuan pengamanan (Satpam). Pelatihan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Bhabinkamtibmas dari Kepolisian, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pengamanan internal dan eksternal.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas personel keamanan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik di area proyek maupun lingkungan perkantoran. Materi yang diberikan meliputi teori prosedur keamanan, latihan fisik, serta praktik langsung seperti senam tongkat, senam borgol, peraturan baris-berbaris (PBB), latihan bela diri, dan simulasi penanganan situasi darurat.
Manager PLN UPP Sumbagteng 2, Bapak Iwan Arif Setiyawan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam mendukung kegiatan ini.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan profesionalisme satuan pengamanan serta menjalin sinergi yang erat dengan aparat keamanan. Kehadiran Bhabinkamtibmas sangat membantu dalam membekali Satpam kami dengan keterampilan dan wawasan yang aplikatif,” ujar Iwan.
Selain untuk meningkatkan kompetensi, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat perlindungan terhadap aset strategis perusahaan dan menjaga keselamatan seluruh pegawai di lingkungan kerja. Melalui pembekalan teknis dan simulasi langsung, para Satpam dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan keamanan masa kini, agar lebih sigap, percaya diri, dan adaptif.
Team Leader K3L dan KAM PLN UPP Sumbagteng 2, Bapak Theodore Pramana Ndaha, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan keselamatan kerja dan kelancaran operasional proyek.
“Kami ingin memastikan seluruh personel keamanan memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan tinggi. Kolaborasi dengan Bhabinkamtibmas menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi pengamanan internal dengan aparat keamanan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan produktif,” tuturnya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif. Keamanan yang baik bukan hanya mencegah gangguan, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mendukung operasional proyek dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, PLN optimistis dapat memperkuat sistem pengamanan yang solid, tangguh, dan adaptif, guna mendukung penyediaan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.(*)






