METRO SUMBAR

Ernalis Buktikan Layanan BPJS Keliling Mempermudah Masyarakat Pedesaan

0
×

Ernalis Buktikan Layanan BPJS Keliling Mempermudah Masyarakat Pedesaan

Sebarkan artikel ini
LAYANAN KELILING— BPJS Kesehatan keliling melayani masyarakat di Naari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.

PAYAKUMBUH, METRO–BPJS Keliling merupakan salah satu dari banyak inovasi yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan demi mempermudah ma­syarakat untuk mengurus administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh juga rutin menghadirkan layanan BPJS Keliling yang menjangkau daerah-dae­rah yang aksesnya jauh dari Kantor BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh menyampaikan bahwa BPJS Keliling merupakan jenis kanal layanan tatap muka yang dirancang untuk me­nyediakan berbagai kebutuhan administrasi seperti pendaftaran dan atau perubahan data, pemberian informasi hingga penanganan pengaduan. BPJS Keliling juga menyasar berbagai lokasi strategis seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, atau kantor pemerintah, Jumat (9/5).

“BPJS Keliling merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan setiap minggu dan jadwal serta rutenya juga akan diinformasikan melalui media sosial. Sebelum datang ke daerah tujuan, BPJS Kesehatan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat desa untuk menentukan jadwal dan lokasinya, sehingga informasi layanan ini bisa disampaikan kepada warga sekitar agar mereka bisa hadir tepat waktu dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum tim BPJS Keliling datang,” jelas Defiyanna.

Ernalis (75), warga asal Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi salah satu peserta JKN yang telah membuktikan manfaat layanan BPJS Keliling yang hadir di desanya. Di saat akses yang jauh menjadi salah satu faktor penghambat bagi Ernalis untuk mengakses layanan di Kantor BPJS Kesehatan, layanan BPJS Keliling hadir memberikan solusi.

“Saya senang ketika mengetahui kabar dari kantor Nagari Koto Tinggi jika BPJS Kesehatan akan datang berkunjung ke desa saya. Kebetulan saya su­dah ada keinginan ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus perubahan ke­las, namun selalu terkendala karena jarak yang cukup jauh,” kata Ernalis.

Ernalis menjelaskan un­tuk menuju Kantor BPJS Kesehatan terdekat, ia harus menempuh jarak selama kurang lebih 1 jam 30 menit dan perlu mengeluarkan biaya juga. Namun, BPJS Keliling mampu mengatasi semua tantangan yang harus dihadapi oleh Ernalis tersebut. “Keperluan saya menjadi lebih mudah berkat BPJS Keliling ini karena sangat menghemat waktu dan biaya saya, apalagi saya sudah tua dan kesulitan menempuh perjalanan jauh. Bayangkan saja, kalau harus ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus pindah kelas saja, saya harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp100.000 dan itu cukup membebani saya,” ucap Ernalis.

Lebih lanjut, Ernalis bercerita jika di BPJS Keliling ia tidak hanya mendapatkan bantuan layanan administrasi, tetapi juga mendapatkan informasi kanal layanan online yang semakin mempermudah pengurusan administrasi kepesertaan JKN. “Saya merasa nyaman dan puas dengan pelayanan dari petugas BPJS Keliling, petugasnya benar-benar komunikatif dan ramah bahkan saya dapat informasi tentang Aplikasi Mobile JKN,” cerita Ernalis.

Menurut Ernalis, Aplikasi Mobile JKN memiliki banyak fitur canggih yang mempermudah peserta JKN dalam memperoleh layanan kesehatan tanpa harus melalui proses administratif yang panjang. Ada pun fitur tersebut seperti, pendaftaran antrean online, pencarian fasilitas kesehatan, perubahan data, kartu digital, daftar cicilan tunggakan (Program New REHAB) hingga cek riwayat pelayanan medis dengan lebih cepat dan efisien. “Saya sangat tertarik dengan kecanggihan Aplikasi Mobile JKN ini, khususnya pada menu daftar antrean online dan kartu JKN digital. Pastinya kalau sudah pakai aplikasi ini, saya bisa daftar antrean online di rumah sakit dari rumah saja dan tidak perlu repot-repot lagi datang ke rumah sakit dan menunggu lama,” ujar  Ernalis.

Selain merasakan manfaat dari layanan BPJS Keliling, Ernalis mengatakan bahwa ia dan suami sering mengandalkan BPJS Kesehatan untuk berobat. Menurutnya, menjadi peserta JKN merupakan investasi jangka panjang dan sangat bermanfaat untuk membantu membiayai pelayanan kesehatan yang tidak terduga. “Saya sendiri menderita penyakit paru dan harus rutin kontrol di rumah sakit dan suami saya juga sering kontrol untuk penyakit jantungnya. Kami sangat bersyukur menjadi peserta JKN karena kami tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk pengobatan rutin kami ini,” ungkap Ernalis.

Bagi Ernalis, ia sama sekali tidak keberatan untuk membayar iuran JKN setiap bulannya mengingat manfaat besar yang akan diterima dari Program JKN. Ernalis berharap semoga  BPJS Kesehatan bisa terus berinovasi memberikan kemudahan bagi peserta JKN.

“Dulu sebelum punya BPJS Kesehatan, saya dan suami bisa mengeluarkan uang minimal Rp. 1.000.000,- bahkan lebih setiap bulannya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Sekarang, setelah punya BPJS Kesehatan saya cukup bayar iuran rutin setiap bulannya dan semua biaya berapa pun itu akan dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Ernalis. (uus)