METRO PADANG

Kebakaran Landa Gudang Pesantren Hamka Padang

0
×

Kebakaran Landa Gudang Pesantren Hamka Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Salah satu bangunan yang dijadikan sebagai gudang di lingkungan Pesantren Modern Terpadu Prof Dr Hamka, Jalan By Pass KM 15, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Kamis (8/5) sekitar pukul 14.47 WIB.

Insiden tersebut menghanguskan satu unit bangunan gudang yang diketahui menyimpan berbagai perlengkapan kebutuhan sekolah. Selain menghanguskan bangunan dan isinya, kebakaran juga sempat membuat para santri dan guru di pesantren itu panik.

Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Pa­dang, Rinaldi mengatakan, usai menerima laporan adanya kebakaran, pihaknya langsung mengerahkan tiga unit armada Damkar Padang, setelah 15 menit penanganan sekira pukul 15.00 WIB api sudah berhasil dipadamkan.

“Api berasal dari gu­dang penyimpanan yang berada di bagian belakang asrama putra tersebut. Dipastikan, insiden ini tidak ada korban jiwa dan api tidak merambat ke bangunan lain,” ungkap Rinaldi.

Rinaldi menuturkan, ber­dasarkan keteranga saksi, Yulnasri (66), PNS yang berada di sekitar lokasi, api berasal dari salah satu gudang di area pesantren. Proses pemadaman melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk PMI, PLN, Satpol PP, dan aparat Kecamatan Koto Tangah.

“Api sudah dipadamkan. Kejadian itu sudah ditangani kepolisian. Dengan adanya kejadian ini, kami me­ngimbau kepada masya­rakat untuk terus waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” ajak dia.

Bendahara Pesantren Hamka, Yulnasri, mengatakan bahwa gudang tersebut merupakan gedung penyimpanan barang-barang pesantren tersebut, seperti kasur, lemari. Ia menyebut bahwa api tidak besar dan kebakaran hanya terjadi sebentar di dalam bangunan.

“Kami belum mengetahui dari mana api berasal. Kebakaran diketahui pertama kali oleh salah seorang petugas kebersihan yang melihat kepulan asap hitam keluar dari arah bangunan asrama putra,” ujar dia,

Menurutnya, saat kejadian kebakaran, asrama tersebut dalam keadaan kosong. Santri saat itu sedang belajar di dalam ke­las. Selanjutnya, pihak pesantren pun mencoba untuk memadamkan api yang berasal dari dalam gudang asrama putra tersebut menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Tak lama kemudian, petugas pemadam pun datang untuk membantu pemadaman. Kerugian yang ditimbulkan masih kita hitung,” tutup dia. (brm)