PEMERINTAH Kota (Pemko) Padangpanjang bergerak cepat menyikapi kecelakaan tragis bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menewaskan 12 penumpang pada Selasa (6/5). Dalam upaya tanggap darurat, Wakil Wali Kota Padangpanjang, Allex Saputra, langsung menginstruksikan Tim Medis RSUD Padangpanjang memberikan pelayanan intensif kepada para korban luka-luka dan mengawal penanganan jenazah dengan hormat.
Kecelakaan tunggal ini mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Sebagai bentuk respon cepat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung menggelar rapat koordinasi di RSUD Padangpanjang guna memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan efektif.
“Saya telah meminta tim medis untuk memberikan perhatian penuh kepada semua korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia. Ini adalah duka kita bersama,” ungkap Allex Saputra.
Sebagai bagian dari upaya pelayanan publik, Pemko Padangpanjang membuka hotline darurat di nomor 0811-6667-118 guna memberikan informasi bagi keluarga korban. Selain itu, Posko Layanan Informasi juga telah didirikan di depan gedung IGD RSUD Padangpanjang untuk memudahkan akses informasi terkait kecelakaan.
“Kami ingin keluarga korban mendapat informasi yang jelas dan cepat. Posko ini disiapkan sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah musibah,” tambah Allex.
Pemerintah Kota juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam proses evakuasi dan penanganan awal. Tim gabungan terdiri dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, Basarnas, TNI, dan Polri turut dikerahkan sejak awal kejadian.
“Terima kasih atas dedikasi semua pihak. Ini bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan masih sangat kuat di tengah kita,” ujar Wawako Allex Saputra.
Kapolres Padangpanjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, mengungkap kronologi kejadian. Bus Mercedes-Benz PT. ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA, yang dikemudikan Muhammad Seu Sibuan, berangkat dari arah Bukittinggi menuju Terminal Padangpanjang dengan membawa 33 penumpang.
Saat melintas di Simpang MTsN, bus mengalami rem blong. Sopir berusaha mengendalikan kendaraan hingga ke Simpang Terminal Busur, namun akhirnya bus oleng dan menabrak pagar rumah warga di sisi kiri jalan.
“Akibat kecelakaan, 12 orang meninggal dunia, satu luka berat, dan 21 lainnya luka ringan. Kerugian materil ditaksir mencapai Rp50 juta,” jelas Kapolres.
Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam bersama Polda Sumatera Barat untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. (rmd)






