AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Agam Minta Tambahan Sabo Dam dan Jembatan Permanen ke BNPB

0
×

Bupati Agam Minta Tambahan Sabo Dam dan Jembatan Permanen ke BNPB

Sebarkan artikel ini
SAMPAIKAN HARAPAN— Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan sejumlah harapan kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi Penanggulangan Bencana 2025, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Rabu (7/5).

AGAM, METRO–Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan se­jumlah usulan penting kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana 2025 yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Rabu (7/5).

Usulan tersebut berkaitan dengan penanganan lanjutan pasca bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi pada Mei tahun lalu. Bupati Benni menekankan pentingnya penambahan sabo dam di wilayah Agam guna meminimalisasi risiko bencana serupa di masa depan.

“Saat ini kami baru di­bantu satu sabo dam, padahal kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan minimal tiga. Ini penting untuk pengamanan jangka panjang,” ungkapnya.

Selain itu, Benni juga menyoroti kondisi Jembatan Kasiak Bukik Bata­buah yang saat ini hanya menggunakan struktur da­rurat berupa jembatan bailey. Ia menyebutkan jembatan itu berada di jalur alternatif yang sering mengalami kemacetan karena posisi badan jembatan lebih tinggi dari jalan utama.

“Masyarakat bahkan harus berjaga setiap hari untuk mengatur lalu lintas. Ini jelas tidak ideal dan berisiko tinggi jika tidak segera dibangun jembatan permanen,” ujarnya.

Benni memastikan akan segera mengajukan proposal resmi ke BNPB dan siap menjemput bola demi percepatan pembangunan.

Di hadapan Kepala BNPB, Benni juga meng­apresiasi bantuan rumah hunian tetap (huntap) yang telah diberikan kepada warga terdampak dan kini sudah mulai dihuni.

Menanggapi hal ini, Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa jembatan bailey yang digunakan saat ini merupakan aset TNI AD dan dapat dibongkar apabila pembangunan jembatan permanen disetujui.

“Kalau ingin diperkuat, silakan. Tapi kalau ingin dibongkar dan dibangun jembatan permanen, juga bisa. Tinggal disampaikan saja kebutuhannya,” jelas Suharyanto.

Ia juga membuka peluang bagi Pemkab Agam untuk mengajukan permohonan relokasi tambahan bagi warga terdampak, jika diperlukan di masa mendatang. (pry)