METRO PADANG

Pemko Tancap Gas untuk Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Rendang Padang Tidak hanya Lokal, Tapi Bisa Mendunia

0
×

Pemko Tancap Gas untuk Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Rendang Padang Tidak hanya Lokal, Tapi Bisa Mendunia

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI SENTRA RENDANG— Direktur IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Bayu Fajar Nugroho melakukan kunjungan ke Sentra Rendang dan Rumah Kemasan di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (7/5).

PADANG, METRO–Pemko Padang terus tancap gas untuk mendorong Usaha Mi­kro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut dapat naik kelas sesuai dengan Program Unggulan (Progul) Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Mai­gus Nasir.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan kebe­radaan Sentra Rendang dan Rumah Kemasan di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.

Keberadaan Sentra Rendang dan Rumah Kemasan tersebut juga sudah mendapat per­hatian dari pemerintah pusat. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan Direk­tur IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Ke­men­terian Perindustrian RI, Bayu Fajar Nugroho, Rabu (7/5)

Kehadiran pejabat tinggi dari kementerian ini menjadi angin segar bagi geliat UMKM Kota Padang, khususnya di sektor kuliner. Dalam kunjungannya, Bayu mengapresiasi kesiapan fasilitas pengolahan dan pengemasan yang dinilainya sangat representatif.

Ia menyebut sentra rendang ini memiliki potensi besar sebagai pusat pengolahan pangan berbasis tradisi yang siap bersaing secara nasional bahkan internasional.

“Gedung ini luar biasa megah, dan sistem pengolahannya sudah baik. Tinggal kita dorong bersama agar dapat segera dimanfaatkan secara maksimal. Potensi rendang Padang ini tidak hanya lokal, tapi bisa mendunia,” tegas Bayu.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, me­nyebut kunjungan ini menjadi momentum penting dalam percepatan operasional sentra rendang.

Ia menegaskan bahwa sentra sudah siap secara fisik, namun masih perlu penguatan regulasi dan teknis. Hanya tinggal me­nun­taskan beberapa hal teknis dan regulasi sesuai arahan dari kementerian.

“Kami menunggu pembentukan UPTD agar bisa langsung beroperasi. Ini juga bagian dari program UMKM Naik Kelas. Sentra ini akan kami dorong bersama lintas OPD, dan alhamdulillah, produk rendang kita sudah mulai ekspor hingga ke Norwegia. Kita ingin IKM kita tidak hanya bertahan, tapi ber­kembang dan ekspor,” ungkap Ferri.

Ferri optimistis, dengan dukungan lintas OPD dan kementerian, sentra rendang akan menjadi pusat inovasi dan ekspor andalan dari Ranah Minang.

Asisten II Bidang Pere­konomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, menyebut kunjungan ini menjadi bukti bahwa sentra rendang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Ini adalah bentuk sinergi yang sangat positif. Kita ingin sentra rendang menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM kita, dan menjadikan Padang sebagai pusat olahan rendang yang modern dan berdaya saing,” kata Didi. (brm)