METRO PADANG

Berijazah Sarjana Saja Tidak Cukup, Andrinof: Bangun Kesadaran Millenial Berwirausaha

0
×

Berijazah Sarjana Saja Tidak Cukup, Andrinof: Bangun Kesadaran Millenial Berwirausaha

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Kalangan millenial atau mahasiswa didorong untuk memiliki mindset (pola pikir) wirausaha, dan bukan sekedar “saudagar”. Seorang wirausaha, akan ditandai dengan inovasi dan kreativitas untuk memberi nilai tambah pada produknya.
Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Andrinof Chaniago mengatakan, kaum millenial harus sadar dua tantangan besar yang sedang dihadapi. Pertama, di era bonus demograsi saat ini, persaingan dalam mencari peluang kerja sudah semakin ketat. Kedua, era digital makin kencang, bisa memotong lapangan kerja semakin sempit. Maka, mereka harus berani menciptakan lapangan pekerjaan.
”Target kita adalah menjalankan visi dan misi untuk membangun kesadaran kepada kalangan millenial. Sebab, di era bonus demografi dimana kondisi populasi usia produktif lebih banyak dari pada usia non produktif, mereka harus jeli melihat peluang jangan bergantung kepada tujuan mencari pekerjaan,” kata Andrinof dalam Konferensi Pers Grand Final Minang Entreprenuer Award 2019 di Padang, Jumat (5/4).
Menurut Andrinof, peluang menciptakan lapangan sangat besar. Karena, sumber daya yang menganggur sangat banyak seperti, di laut, sungai, sawah hingga kaki bukit. Sumber daya ini bisa mereka olah dengan mengemas produknya, memasarkan dengan kreatif sehingga mempunyai nilai ekonomis.
”Jadi misi kita itu menanamkan kesadaran dikalangan mahasiswa atau millenial ini. Menyelamatan mereka dari kebingungan yang masih menghantui menjadi pelamar pekerjaan, jadi CPNS,” ujar Andrinof.
Untuk memulai sebagai wirausaha, Andrinof menyebut, pihaknya akan menggelar Minang Entreprenuer Award (MEA) 2019, Sabtu (6/4) di Hotel Pangeran. Melalui MEA ini, pihaknya mendorong kalangan millenial untuk fokus menjadi wirausaha. Sebab, hal ini menyangkut masa depan sumber daya manusia yang terdidik.
”Berijazah sarjana saja tidak cukup karena bisa kalah dari penganguran yang tidak terdidik. Melek wirausaha ini harus dikampanye bersama-sama dengan membidik kaum millenial yang sedang berjuang menghadapi tugas akhir kuliah untuk menjadi pengusaha muda,” ucap Andrinof.
Andrianof menambahkan, jika MEA ditingkat regional di Sumbar berhasil menciptakan pengusaha muda. Maka, akan diperluas dan dikembangkan ketingkat Nasional. Sebab, dirinya optimis MEA ini bisa menjadi program Nasional dengan mengandengan BUMN dan para Rektor di perguruan tinggi swasta maupun negeri.
Sementara, Panitia MEA, Abrinaldi Asri mengatakan, pada awal 2018 lalu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla telah meluncurkan kegiatan Minang Entrepreneur Award 2019. Kemudian, akhir 2018 pihaknya telah melaporkan perkembangkan kegiatan tersebut kepada Wakil Presiden.
“InsyaAllah Sabtu, 6 April 2019 akan dilaksanakan babak utama MEA 2018, peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti MEA sebanyak 270 peserta,” kata Abrinaldi.
Abrinaldi menlanjutakan, berbeda dengan tahun 2018 lalu, untuk skopp di Sumbar telah diperluas menjadi 4 (empat) provinsi di antaranya, Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau. Selai itu, panitia MEA menerima seluruh peserta sampai batas jadwal pendafataran hingga 1 Januari 2018.
“Dari 270 peserta dilakukan evalausi oleh dewan juri reviewer dari enam perguruan tinggi swasta dan negeri yakni, UNP, Unanda, Universitas Bung Hatta, STKIP PGRI Sumbar, dan Unida,” kata Abrinaldi lagi.
Dari hasil reviewer itu, sebut Abrinaldi, dewan juri memutuskan sebanyak 25 peserta yang berhasil lolos untuk kategori start up business berbasis teknologi. Sementara, 15 peserta untuk kategori existing business (perorangan atau berkelompok) yang diwakili dari empat provinisi tersebut.
“Kita tidak mengabaikan mahasiswa dari Jambi dan Riau untuk bisa dievaluasi dengan jujur dan independen. Ada satu peserta dari Bengkulu insyaAllah akan hadir besok,” ujar Abrinaldi.
Untuk dewan juri MEA 2019, tambah Abrinaldi, berasal dari luar Kota Padang yaitu, Dr. Saifullah, Direktur Non Perbankan Ekonome Kreatuf Indonesia, Nining Susilo, Leo Alfianto. Kemudian dari kalangan pengusaha dan pengamat pengusahawan, serta dari perwakilan kantor Kemenristekdikti RI.
Sedangkan, dari Kota Padang juga ada Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh, Direktur Keuangan PT. Semen Padang, Tri harto, dan perwakilan dari Bank Nagari, Hendrizalnof.
Selanjutnya, Rektor Unidha, Deddi Prima Putra mengatakan, menanamkan mindset kewirausahaan bukanlah perkara instan. Karena selama ini sudah mengakar dalam budaya masyarakat kepada anak-anak mereka untuk meraih prestasi setinggi-tingginya agar bisa mendapat pekerjaan dengan gaji yang setinggi-tingginya juga.
“Jadi tidak sedikit yang takut untuk meninggalkan zona nyaman mereka dari mendapatkan keamaanan finansial setiap bulannya. Baru segelintir orang yang berani ambil resiko meninggalkan zona nyaman mereka untuk berwirausaha, bahkan rela hidup sederhana dari uang tabungan mereka tanpa gaji setiap bulannya demi menjadi wirausaha,” kata Deddi. (mil)