BERITA UTAMA

Pemuda 23 Tahun Tewas Tergantung di Pondok Kebun Sawit

0
×

Pemuda 23 Tahun Tewas Tergantung di Pondok Kebun Sawit

Sebarkan artikel ini
TEWAS TERGANTUNG— Polisi mengevakuasi jenazah pemuda 23 tahun yang ditemukan tewas tergantung di areal perkebunan sawit di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

PASBAR, METRO–Seorang pemuda ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah pondok areal perkebunan sawit milik PT Laras Internusa (PT LIN), di tepi Sungai Batang Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (4/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa penemuan mayat gantung diri ini sontak membuat heboh ma­syarakat setempat. Korban diketahui bernama Jeki Fa’ana (23), atau akrab disapa Jeki oleh teman-teman maupun keluarganya. Korban merupakan warga Perumahan Laras B 08 PT LIN, Kecamatan Kenali.

Menurut petugas kepolisian dari Polsek Kinali, kejadian pertama kali dilaporkan kepada mereka oleh seorang warga bernama Dodo yang memiliki kebiasaan menyendiri di tepi sungai.

Kapolsek Kinali AKP Alfian mengatakan, ditemukannya korban tewas tergantung pertama kali oleh saksi Dodo. Saat itu, saksi sedang berjalan santai menuju sungai seperti biasanya untuk memeriksa perangkap ikan yang su­dah dipasangnya satu hari sebelumnya.

“Namun saat melewati sebuah pondok tua di tepi hutan, ia sekilas melihat sosok seorang pria berdiri di depan pintu namun tak terlalu memperhatikannya dan terus berjalan santai. Ketika ia kembali melintas di pondok yang sama, ia kembali melihat sosok yang sama dan mulai me­rasa ada kejanggalan,” kata AKP Alfian, Senin (5/5).

Ditambahkan AKP Alfian, saksi yang merasa curiga, kemudian berjalan mendekat pondok dan ia langsung histeris karena melihat korban tergantung. Dengan panik, saksi buru-buru memanggil teman sejawatnya, Kale, untuk meminta bantuan.

“Mereka berdua lantas melaporkan penemuan mayat ini ke warga lainnya lalu diteruskan ke Polsek Kinali. Mendapat laporan itu, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke Pus­kesmas Kinali untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas AKP Alfian.

AKP Alfian menegaskan, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Diduga kuat, korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri akibat tekanan batin yang lama karena ma­salah keluarga.

“Dari kesimpulan keterangan orang-orang yang telah dilakukan wawancara tidak ada yang menerangkan korban meninggal ka­rena dibunuh ataupun tidak ada orang  yang dicurigai sebagai pelaku, namun korban bunuh diri,” kata AKP Alfian.

Dikatakan AKP Alfian, keluarga korban juga telah menyatakan bahwa mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak akan menempuh jalur hukum. Surat pernyataan telah dibuat sebagai bagian dari proses administrasi.

“Kami sudah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dima­kamkan, dan seluruh pro­ses telah dilakukan sesuai prosedur,” tutupnya. (end)