JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah disoal banyak orang. Prabowo mengaku heran, ada pihak yang terus mempersoalkan ijazah Jokowi.
“Pak Jokowi berhasil 10 tahun, orang suka tidak suka, masalah ijazah dipersoalkan,” ujarnya dalam pembukaan sidang kabinet paripurna, Jakarta, Senin (5/5).
Prabowo berseloroh, hal itu membuatnya khawatir. Jika ijazahnya akan ikut dipersoalkan. “Nanti ijazah saya ditanya-tanya,” kata Prabowo dengan nada bercanda.
Sebelumnya, Prabowo juga menyinggung soal dirinya yang kerap dianggap sebagai presiden boneka hanya karena sering berkonsultasi dengan Jokowi.
“Saya dibilang apa itu namanya presiden boneka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya,” ucap dia.
Lantas Prabowo dengan tegas membantah dirinya presiden boneka yang dikendalikan oleh Jokowi.
Prabowo menyebut, yang ia lakukan selama ini hanya konsultasi dan meminta saran, terlebih Jokowi berhasil memimpin Indonesia selama dua periode atau 10 tahun.
“Bahwa kita konsultasi, ya itu seorang pemimpin yang bijak, ya konsultasi, minta pendapat, minta saran, beliau 10 tahun berkuasa, saya meminta saya menghadap beliau tidak ada masalah, saya menghadap Pak SBY tak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega, tidak ada masalah,” tutur Prabowo.
“Kalau bisa menghadap Gus Dur kalau bisa, menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno kalau bisa, minta pandangan, minta saran,” pungkasnya.
Jokowi marah
Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi akhirnya buka suara terkait laporannya ke Mapolda Metro Jaya beberapa hari lalu. Jokowi mengungkap alasannya melaporkan Roy Suryo dkk
Dia membantah bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk kriminalisasi seperti yang dituduhkan beberapa pihak
Jokowi memastikan, langkahnya melaporkan Roy Suryo cs murni untuk mencari keadilan hukum. Sebab, Jokowi merasa telah dihina oleh mereka yang menuduh ijazahnya palsu.
“Ini kan bukan obyek penelitian. Ini sudah menghina saya sehina-hinanya. Sudah menuduh ijazah itu ijazah palsu. Sudah merendahkan saya serendah-rendahnya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.
Jokowi melaporkan Roy Suryo dan beberapa pihak lain ke Polda Metro Jaya, Rabu (30/4) lalu.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sedang berjalan.
“Nanti bisa dibuktikan lewat proses hukum. Kita lihat proses di pengadilan seperti apa. Nanti akan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” jelasnya.
Alih-alih mengurusi ijazah seseorang, menurutnya yang lebih penting saat ini bagaimana negara ini bisa menghadapi sejumlah masalah ekonomi global.
Masalah ini bisa dihadapi jika setiap pihak bisa bekerjasama dan tak mengurusi hal-hal kontraproduktif.
“Dan menurut saya hari ini dalam tantangan global yang sangat berat, yang diperlukan negara kita kompak, saling berangkulan, menjaga kesatuan dan persatuan, terutama elit dan seluruh masyarakat, Agar tantangan berat yang dihadapi semua negara, yang kita hadapi bisa kita selesaikan. Bukan hal yang mudah. Harus semua berangkulan, bersatu menghadapi tantangan global yang tidak mudah,” tuturnya. (*)






