BERITA UTAMA

Bela Jokowi, Prabowo Heran Ada yang Ungkit Ijazah

0
×

Bela Jokowi, Prabowo Heran Ada yang Ungkit Ijazah

Sebarkan artikel ini
BERSAMA— Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada HUT ke-17 Partai Gerindra.

JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto menying­gung persoalan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah disoal banyak orang. Prabowo mengaku heran, ada pihak yang terus mempersoalkan ijazah Jokowi.

“Pak Jokowi berhasil 10 tahun, orang suka tidak suka, masalah ijazah di­persoalkan,” ujarnya da­lam pembukaan sidang kabinet paripurna, Jakarta, Senin (5/5).

Prabowo berseloroh, hal itu membuatnya kha­watir. Jika ijazahnya akan ikut dipersoalkan. “Nanti ijazah saya ditanya-ta­nya,” kata Prabowo dengan nada bercanda.

Sebelumnya, Prabowo juga menyinggung soal dirinya yang kerap di­ang­gap sebagai presiden bo­neka hanya karena sering berkonsultasi dengan Jo­kowi.

“Saya dibilang apa itu namanya presiden bone­ka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya,” ucap dia.

Lantas Prabowo de­ngan tegas membantah dirinya presiden boneka yang dikendalikan oleh Jokowi.

Prabowo menyebut, yang ia lakukan selama ini hanya konsultasi dan me­minta saran, terlebih Jo­kowi berhasil memimpin Indonesia selama dua pe­riode atau 10 tahun.

“Bahwa kita konsultasi, ya itu seorang pemimpin yang bijak, ya konsultasi, minta pendapat, minta saran, beliau 10 tahun ber­kuasa, saya meminta saya menghadap beliau tidak ada masalah, saya meng­hadap Pak SBY tak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega, tidak ada ma­salah,” tutur Prabowo.

“Kalau bisa mengha­dap Gus Dur kalau bisa, menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno kalau bisa, minta pan­da­ngan, minta saran,” pung­kasnya.

Jokowi marah

Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi akhirnya buka su­ara terkait laporannya ke Mapolda Metro Jaya bebe­rapa hari lalu. Jo­­ko­wi me­ngungkap alasannya me­laporkan Roy Suryo dkk

Dia membantah bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk kri­mi­nalisasi seperti yang ditu­duhkan beberapa pihak

Jokowi memastikan, langkahnya melaporkan Roy Suryo cs murni untuk mencari keadilan hukum. Sebab, Jokowi merasa te­lah dihina oleh mereka yang menuduh ijazahnya palsu.

“Ini kan bukan obyek penelitian. Ini sudah meng­hina saya sehina-hinanya. Sudah menuduh ijazah itu ijazah palsu. Sudah me­rendahkan saya serendah-rendahnya,” ungkapnya saat ditemui di kedia­man­nya.

Jokowi melaporkan Roy Suryo dan beberapa pihak lain ke Polda Metro Jaya, Rabu (30/4) lalu.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sedang ber­jalan.

“Nanti bisa dibuktikan lewat proses hukum. Kita lihat proses di pengadilan seperti apa. Nanti akan menjadi pembelajaran ba­gi kita semua,” jelasnya.

Alih-alih mengurusi ija­zah seseorang, menurut­nya yang lebih penting saat ini bagaimana negara ini bisa menghadapi se­jum­lah masalah ekonomi global.

Masalah ini bisa diha­dapi jika setiap pihak bisa bekerjasama dan tak me­ngurusi hal-hal kontrap­roduktif.

“Dan menurut saya hari ini dalam tantangan global yang sangat berat, yang diperlukan negara kita kompak, saling berang­kulan, menjaga kesatuan dan persatuan, terutama elit dan seluruh masya­rakat, Agar tantangan be­rat yang dihadapi semua negara, yang kita hadapi bisa kita selesaikan. Bukan hal yang mudah. Harus semua berangkulan, ber­satu menghadapi tanta­ngan global yang tidak mudah,” tuturnya. (*)