METRO SUMBAR

Peringatan Hardiknas dan Hari Otoda ke-XXIX, Semangat Kolaborasi dan Partisipasi Aktif sebagai Pilar Utama Pembangunan

0
×

Peringatan Hardiknas dan Hari Otoda ke-XXIX, Semangat Kolaborasi dan Partisipasi Aktif sebagai Pilar Utama Pembangunan

Sebarkan artikel ini
PIMPIN UPACARA— Bupati Pasbar H Yulianto menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-XXIX Tahun 2025, di halaman kantor bupati, Senin (5/5).

PASBAR, METRO–Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-XXIX Tahun 2025 de­ngan menggelar upacara di halaman kantor bupati, Senin (5/5). Upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Pasbar, H. Yulianto, selaku pembina upacara, dengan pemimpin upacara Syai­khul Putra. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, instansi vertikal, Ketua TP PKK Pasbar, asisten, staf ahli, kepala OPD beserta jajaran, serta ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Pasbar.

Dalam amanatnya, Bupati Yulianto menyampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen dan semangat dalam memenuhi amanat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.

Baca Juga  Jalan Menuju Silokek Bisa Dilewati Kembali

“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses mem­bangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah ma­nusia sebagai makhluk pembelajar, sehingga mam­pu menguasai ilmu pengetahuan, keteram­pilan, dan berbagai kecerdasan. Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan,” ujar­nya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah dae­rah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi nyata dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. “Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari ber­bagai pihak merupakan pilar utama dalam memper­kuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akun­tabel,” tambahnya.

Baca Juga  Bimtek Peningkatan Ketahanan Keluarga di Solsel, Anggota DPRD Sumbar Nurfirman Wansyah Tekankan Pentingnya Mendalami dan Mengamalkan Ilmu Agama

Bupati Yulianto menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat bergantung pada kapasitas ma­sing-masing tingkatan pemerintahan, yang menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan otonomi daerah secara efektif.

“Upaya peningkatan kapasitas daerah menjadi prioritas, dengan fokus pada tiga hal. Pertama, penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan, sertifikasi, pe­ningkatan kompetensi, ker­ja sama dengan perguruan tinggi, dan pemberian beasiswa. Kedua, pe­ning­katan kapasitas ke­uangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, perencanaan APBD berbasis kinerja, serta kerja sama dengan perbankan untuk membuka akses pembiayaan alternatif. Ketiga, penguatan kelembagaan dan tata ke­lola melalui reformasi biro­krasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akun­tabilitas,” jelasnya.(end)