OLAHRAGA

PBSI Evaluasi Hasil Piala Sudirman 2025, Soroti Rapor Merah Ganda Campuran, Ganda Putri Harus Cari Formula Baru

0
×

PBSI Evaluasi Hasil Piala Sudirman 2025, Soroti Rapor Merah Ganda Campuran, Ganda Putri Harus Cari Formula Baru

Sebarkan artikel ini
TIM BEREGU— Tim Indonesia telah menyelesaikan perjuangan di Piala Sudirman 2025 dengan keluar sebagai semifinalis. Langkah pasukan Merah Putih terhenti di babak empat besar usai kalah dari Korea Selatan 2-3, Sabtu (3/5).

JAKARTA, METRO–Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian memberikan evaluasi terhadap performa tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Ia menyoroti rapor merah ganda campuran dan memberikan catatan untuk ganda putri Indonesia.

Tim Indonesia telah menyelesaikan perjua­ngan di Piala Sudirman 2025 dengan keluar sebagai semifinalis. Langkah pasukan Merah Putih terhenti di babak empat besar usai kalah dari Korea Selatan 2-3, Sabtu (3/5).

Walau kalah, tim Indonesia tetap berhak mendapatkan medali perunggu. Ini menjadi pencapaian terbaik setelah enam ta­hun. Dalam dua edisi terakhir Piala Sudirman, skuad Merah Putih memang selalu tersisih sebelum semifinal.

Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI, menilai hasil tim Indonesia tidak buruk. Meski gagal ke final apalagi juara, tapi ada per­kembangan positif yang ditunjukkan para pemain Merah Putih.

“Di luar hasil yang ba­nyak anggapan belum sesuai harapan. Tapi pro­gress selama di Piala Su­dirman 2025 ini saya melihat ada proses regenerasi yang kami lakukan,” kata Eng Hian dalam ketera­ngan resmi PBSI.

“Tidak selalu pemain senior yang diturunkan tapi kami berusaha mengkombinasikan antara junior dengan senior,” tambahnya.

Namun, bukan berarti tak ada evaluasi. Eng Hian cukup menyoroti beberapa sektor dianggapnya ku­rang. Paling mengkhawatirkan adalah sektor ganda campuran, di mana dari pertandingan fase penyisihan grup hingga semifinal hanya menyumbang satu poin.

Satu-satunya poin ter­sebut diberikan oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari saat melawan Inggris. Mereka mengalahkan Callum Hemming/Estelle van Leeuwen dan membantu kemenangan 5-0 tim Indonesia.

Sementara saat tim Indonesia menghadapi India dan Denmark, ganda campuran gagal memberikan poin. Skuad Merah Putih pun saat itu menang 4-1.

Ketika melawan India, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja kalah dari Dhruv Kapila/Tanisha Crasto, sedangkan pas menghadapi Denmark, Rinov/Gloria kalah dari Jesper Toft/Amalie Magelund.

Kemudian di babak perempat final melawan Thailand, Rinov/Gloria yang kembali diturunkan juga kalah dari Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Adapun saat semifinal kontra Korea, giliran Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang kalah saat berjumpa dengan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung.

“Di ganda campuran memang kita tahu bersama hasilnya selama di Piala Sudirman belum maksimal. Mereka harus me­ningkatkan level permainan. Ini harus dibenahi bersama,” terang Didi, sapaan akrab Eng Hian.

PBSI juga menyoroti ganda putri. Dua pasangan yang dibawa, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dianggap Eng Hian masih belum terlalu maksimal.

Kiprah ganda putri di Piala Sudirman 2025 sebenarnya lumayan. Ana/Tiwi mampu meraih kemena­ngan saat melawan Inggris dan Denmark, sedangkan Lanny/Fadia berhasil menyumbang poin untuk Indonesia ketika meng­hadapi India dan Thailand.

Tapi, ketika semifinal melawan Korea, duet racikan baru Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menelan kekalahan dari pasangan Baek Ha Na/Lee So Hee di laga penentuan.

Menurut Didi, tim ganda putra harus bekerja keras lagi agar bisa bersaing di level elite melawan pasangan-pasangan top seperti punya Korea yang kini duduk di nomor tiga dunia.

Eng Hian menyiratkan salah satu caranya adalah dengan tim pelatih membuat formula baru. Tapi dia tak menjelaskan lebih rinci.

“Untuk ganda putri ini yang masih harus bekerja keras. Untuk ke level Super 500 ke atas di sektor ini belum punya andalan lagi. Ini yang harus dikuatkan dan ditingkatkan programnya atau mencari formula baru,” pungkas Didi. (jpg)