METRO BISNIS

PLN UIP Sumbagteng Gelar Sosialisasi Pembangunan Gardu Induk 150 kV Lipat Kain untuk Tingkatkan Keandalan Listrik di Kab. Kampar

1
×

PLN UIP Sumbagteng Gelar Sosialisasi Pembangunan Gardu Induk 150 kV Lipat Kain untuk Tingkatkan Keandalan Listrik di Kab. Kampar

Sebarkan artikel ini

Sungai Lipai, 30 April 2025 – Dalam upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumbagteng 2 (UPP SBT2) menyelenggarakan sosialisasi rencana pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Lipat Kain di Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Selasa (29/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor ketenagalistrikan.

Sosialisasi dibuka oleh Assistant Manager Pertanahan PLN UIP Sumbagteng, Erik Winada, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemilik lahan terdampak mengenai tujuan pembangunan GI 150 kV Lipat Kain serta menyampaikan hasil penilaian penggantian wajar yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) secara independen. Proses penilaian ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan guna menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan tanah.

“Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi ini merupakan poin penting dalam perbaikan dan peningkatan keandalan system kelistrikan di Kecamatan Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri dan sekitarnya, yang sebelumnya hanya disuplai menggunakan Tegangan Rendah 20 kV dari Bangkinang dengan jarak lebih dari 50 km. Disamping itu, dengan adanya Gardu Induk ini akan meningkatkan iklim investasi di wilayah tersebut, baik industri kecil hingga besar, serta peningkatan perekonomian dalam berbagai aspek” ujar Erik.

Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Riau, Camat Gunung Sahilan, Kapolsek Kampar Kiri, Danramil Kampar Kiri, Kepala Desa Sungai Lipai, Kepala Dusun, BPD Desa serta Ninik Mamak dan tokoh Masyarakat setempat. Hadirnya unsur pemerintah, TNI-Polri, dan aparat penegak hukum menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap kelancaran pelaksanaan proyek tersebut.

Furkon Syah Lubis, S.H., M.H, Asdatun Kejati Riau dalam sambutannya menyampaikan komitmen pendampingan hukum terhadap proses pengadaan tanah yang dilaksanakan PLN.
“Kejaksaan hadir untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, serta menjunjung asas transparansi, kehati-hatian, dan keadilan bagi seluruh pihak,” ujar Furkon.

Di kesempatan berbeda, Manager UPP Sumbagteng 2, Iwan Arif Setiyawan, menyampaikan bahwa PLN terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar terjalin kepercayaan dan dukungan terhadap pembangunan proyek.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian fisik, namun juga oleh seberapa besar kepercayaan yang dibangun bersama masyarakat. PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga membangun kepercayaan. Oleh karena itu, kami menggandeng aparat penegak hukum agar semua prosesnya dapat dipastikan sesuai aturan dan menjamin kepentingan bersama,” ujarnya.

General Manager UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan juga menyampaikan komitmen PLN dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal dan berkelanjutan, serta berdampak luas bagi masyarakat.
“Pembangunan GI 150 kV Lipat Kain merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Riau. Ini bukan hanya tentang membangun gardu induk, tetapi juga tentang membangun masa depan energi yang lebih andal, merata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif. Kami berharap proyek ini dapat menjadi katalis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampar,” kata Hendro.

PLN menargetkan pembangunan GI 150 kV Lipat Kain dapat segera dimulai setelah seluruh proses pengadaan tanah rampung. Proyek ini menjadi bagian dari program strategis PLN dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di Provinsi Riau.(*)