METRO PADANG

Angin Kencang, Pohon Kedondong Timpa Mobil hingga Ringsek

0
×

Angin Kencang, Pohon Kedondong Timpa Mobil hingga Ringsek

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI POHON TUMBANG— Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Padang melakukan evakuasi pohon kedondong yang tumbang dan menimpa satu unit mobil di jalan Swadesi RT 03 RW 05, Kelurahan Padang Besi, Kota Padang, Senin (28/4) malam.

PADANGBESI, METRO–Pohon kedondong beru­kuran besar tumbang di jalan Swadesi RT 03 RW 05, Kelu­rahan Padang Besi, Kota Pa­dang, Senin (28/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Pohon ter­sebut menimpa satu unit mo­bil dan pagar rumah warga.

Kepala Pelaksana (Kalak­sa) Badan Penanggu­la­ngan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hen­dri Zulviton, me­nga­takan, po­hon yang tum­bang me­mi­liki panjang sekitar 15 me­ter dengan diameter sekitar 75 cm. Peristiwa ini terjadi akibat hujan lebat di­sertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut.

Baca Juga  Berantas Maksiat, Satpol PP Libatkan Kabupaten dan Kota

“Batang kedondong yang tumbang menimpa satu unit mobil Espass bernomor polisi BA 1406 IA milik seorang sopir bernama Leon (38). Selain itu, pagar rumah warga di lokasi kejadian juga mengalami kerusakan,” kata Hendri Zulviton, Selasa (29/4).

Akibat insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 ju­ta. Mendapat laporan dari masyarakat, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.

Di bawah komando Ka­lak­sa BPBD dan Kabid Kedaruratan dan Logistik, petugas langsung melakukan pembersihan dan eva­kuasi pohon tumbang.

Baca Juga  Masuknya COVID 19 dari Jalur Laut, Tiga Pelabuhan di Sumbar Diwaspadai

Saat ini proses penanganan pohon tumbang telah selesai dilaksanakan. Kegiatan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Padang, pihak kelurahan, TRC Pa­dang Besi, Ketua RT dan RW setempat, serta relawan dari kelompok Srikandi.

“Kami mengimbau ma­sya­rakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang,” pungkas Hendri Zulviton. (brm)