DI TENGAH performa Manchester United yang masih jauh dari kata memuaskan, satu kabar baik akhirnya menghampiri. Juventus, yang selama ini disebut-sebut jadi pesaing kuat, dilaporkan menarik diri dari perburuan striker Victor Osimhen. Situasi ini menjadi angin segar bagi Setan Merah, yang memang tengah berburu mesin gol baru untuk mengarungi musim depan.
Akhir pekan ini, Manchester United akan bertandang ke markas Bournemouth dalam lanjutan Premier League. Namun, bayang-bayang hasil minor masih menghantui. Jika kembali tumbang, itu akan menjadi kekalahan ke-16 mereka hanya dalam 34 pekan —sebuah catatan kelam yang memperjelas ada sesuatu yang harus segera dibenahi, terutama di sektor serangan.
Di bawah arahan manajer anyar Ruben Amorim, United memang tampak kehilangan taji. Hingga saat ini, mereka baru membukukan 38 gol di liga —terburuk kelima dibandingkan tim-tim lain. Rasmus Hojlund, yang diharapkan menjadi tumpuan baru di lini depan, justru melempem dengan hanya mencetak tiga gol sepanjang musim Premier League berjalan.
Dengan performa seperti itu, sulit rasanya membayangkan United berani mengarungi musim 2025-2026 tanpa suntikan tenaga baru di posisi penyerang tengah. Dan di tengah situasi inilah, nama Victor Osimhen kembali mencuat sebagai solusi potensial.
Menurut laporan dari Tuttosport, Juventus telah mengalihkan fokusnya dari Osimhen, yang kini dipinjamkan Napoli ke klub Turki, Galatasaray. Nama Osimhen memang bukan barang baru di radar klub-klub top Eropa. Chelsea sempat santer dikaitkan, tapi kini peluang itu tampaknya terbuka lebar untuk United.
Rekam jejak Osimhen berbicara banyak. Bersama Napoli, ia berhasil mengoleksi 65 gol dan 12 assist dalam 108 pertandingan Serie A. Musim ini bersama Galatasaray, pemain berusia 26 tahun itu tampil menggila dengan torehan 21 gol dalam 25 pertandingan liga, plus empat assist tambahan.
Ketajamannya di kotak penalti menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan Manchester United saat ini. Namun, ada satu catatan yang perlu diperhatikan: persoalan sikap. Beberapa laporan menyebutkan ada kekhawatiran soal temperamen Osimhen yang dikhawatirkan bisa mengganggu harmoni ruang ganti.
Di luar Osimhen, Manchester United ternyata juga mengarahkan bidikannya ke striker muda Ipswich Town, Liam Delap. Usai dipastikan terdegradasi dari Premier League setelah kalah 0-3 dari Newcastle, Ipswich diyakini siap melepas Delap dengan harga £30 juta.
Meski timnya terseok-seok, Delap tetap mampu menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak 12 gol dan menyumbangkan dua assist musim ini. Usianya yang baru 22 tahun membuatnya menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan. Ada banyak ruang untuk berkembang dan menjadi sosok sentral dalam proyek jangka panjang United di bawah Amorim.
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Matheus Cunha. Jika United bisa mendatangkan salah satu dari Osimhen atau Delap, ditambah tambahan seperti Cunha, bukan tidak mungkin Amorim bisa membalikkan nasib lini serang United yang belakangan ini begitu tumpul.
Osimhen menawarkan ketajaman dan pengalaman internasional. Delap menjanjikan masa depan cerah dan loyalitas jangka panjang. Sedangkan Cunha bisa menjadi penghubung kreatif yang mengalirkan bola ke lini depan. Dengan kombinasi ini, United bisa membangun kembali kekuatan ofensif yang sudah lama hilang sejak era kejayaan Sir Alex Ferguson.
Tentu, tantangan berat tetap menanti. Selain harus bersaing dengan klub-klub lain yang berminat, United juga harus mampu membangun suasana ruang ganti yang kondusif agar pemain-pemain anyar itu bisa berkembang maksimal.
Dengan peluang mendekati Osimhen kini semakin terbuka, Manchester United sejatinya tak boleh membuang waktu. Kesempatan ini bisa menjadi titik balik bagi Amorim untuk membuktikan bahwa proyek perombakan yang ia pimpin punya arah yang jelas dan bisa membawa United kembali ke papan atas Premier League.
Di tengah musim penuh luka, kabar mundurnya Juventus dari persaingan mendatangkan Osimhen ibarat oase di padang pasir. Kini, tinggal bagaimana United bergerak cepat, membuat keputusan tepat, dan mulai membangun ulang tim yang selama ini kehilangan tajinya.
Karena di teater impian bernama Old Trafford, fans tak hanya menuntut kemenangan. Mereka mendambakan kebangkitan —dan mungkin, lewat tangan dingin Ruben Amorim serta striker anyar yang tajam, harapan itu bisa kembali dinyalakan. (jpg)






