JAKARTA, METRO–Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro membela tindakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang melakukan monolog atau berdialog sendiri dalam kanal Youtube. Ia menegaskan, salah satu pekerjaan Wapres adalah bicara.
“Salah satu pekerjaan pejabat itu ya bicara. Salah satu pekerjaan Pak Presiden, Pak Wapres, para Menteri ya bicara,” kata Juri Ardiantoro di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (27/4).
Juri menegaskan, setiap pejabat negara perlu menjelaskan hal yang menjadi kebijakannya. Ia meyakini, apa yang disampaikan Gibran sangat baik untuk negara.
“Menyampaikan hal yang menjadi kebijakan. Masa orang bicara dilarang,” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan Juri menanggapi kritik yang dipersoalkan berbagai pihak terkait monolog yang disampaikan Gibran dalam kanal Youtube. Dalam monolog pertama yang diunggah Gibran, pada Sabtu (19/4) membicarakan soal bonus demografi Indonesia.
Salah satu yang mengkritik monolog Gibran, yakni Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus. Ia menyarankan agar Gibran tidak hanya sibuk membuat video. Elite PDIP itu meminta Gibran untuk bekerja turun menyapa rakyat.
“Ya kalau menurut saya sih jangan terlalu banyak bikin video lah ya. Kerja aja gitu loh,” ucap Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/4).
Deddy lantas menyebut nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun, ia tidak memerinci apa maksudnya menyebut nama Dedi Mulyadi tersebut.
“Video terus, nggak habis-habis. Nanti sama kayak Pak Dedi Mulyadi lagi,” pungkasnya. (jpg)






