METRO PESISIR

Lestarikan Budaya Minangkabau, Alek Nagari Sunua Kuraitaji Sukses

0
×

Lestarikan Budaya Minangkabau, Alek Nagari Sunua Kuraitaji Sukses

Sebarkan artikel ini
ALEK NAGARI— Wali Kota Pariaman Yota Balad foto bersama dengan para panitia Alek Nagari Suna Kuraitaji, di laga-laga Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, kemarin.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Yota Balad memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak beserta sponsor yang telah terselenggaranya acara alek Nagari di Kota Pariaman ini dapat berjalan de­ngan sukses.

“Kami memberikan apre­­siasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan event budaya yang sangat bagus ini, karena hal ini sesuai dengan visi kami sebagai Walikota Pariaman yaitu terwujudnya Pariaman Ko­ta Wisata yang maju, kreatif, berbasis agama  dan ber­budaya,” ujar wako usai membuka alek Nagari Sunua Kuraitaji di laga-laga Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, kemarin.

Turut hadir dalam acara ini mantan Walikota Pariaman 2 periode Mukhlis Rahman, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan kebuda­yaan Ferialdi, para Datuak di Kota Pariaman, tuo silek Kota Pariaman, Forkopimda atau yang mewakili, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, camat Pariaman Selatan M. Farid Marwan, dan beberapa Kepala Desa di Kecamatan Pariaman Selatan.

Yota Balad mengatakan walaupun Kota Pariaman tidak mempunyai pemerintahan Nagari, tetapi tetap melestarikan adat dan budaya di Kanagarian yang ada di Kota Pariaman, ka­rena hal ini sangat banyak manfaatnya untuk generasi muda dan pelestarian kebudyaaan khas . “Dalam mewujudakan kota wisata, salah satunya dengan kita membuat wisata budaya seperti yang dilakukan da­lam Alek Nagari Sunua Kuraitaji yang dipusatkan di Desa Marunggi ini, dimana dalam 10 hari kedepan akan menggelar berbagai kegiatan budaya khas Pariaman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk me­wujudkan kota tujuan wisata, bukan hanya mengunjungi destinasi wisata yang kita punya saja, tetapi juga dengan berbagi kegiatan wisata yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang, bisa seperti wisata budaya, wisata olahraga dan wisata Pendidikan, ungkapnya. “Ke depan, kami telah menginstruksikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), untuk memetakan apa saja wisata atau budaya yang menjadi ciri khasnya, sehingga kita dapat menjadikan Desa/Kelurahan yang ada di satu kanagarian, sebagai desa wisata yang mempunyai ciri khas sen­diri,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, ia juga meminta tolong kepada niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan tokoh masyarakat, dimana generasi muda memang saat ini sedang mengalami krisis moral, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjaga tatanan kebudayaan yang  punya, dari hal-hal yang berbuat negative. “Ke depan, kita juga berharap, agar kegiatan alek nagari ini dapat kita laksanakan setiap ta­hun, sebagai event pelestarian budaya dan sekaligus wisata, apalagi kegiatan ini didukung oleh sponsor, sangat membantu me­wu­judkan visi dan misi daerah,” ujarnya.

Sementara itu Budaya­wan Sumatera Barat yang juga Panitia Pengarah Edi Utama menceritakan dirinya berkeinginan untuk me­nga­­dakan suatu event yang mengangkat budaya Minangkabau di Kota Pariaman. “Budaya Minang harus dilestarikan, terutama untuk generasi muda saat ini yang sibuk dengan gadgetnya, dan dengan adanya Alek Nagari ini, kita berupaya untuk mengumpulkan yang taserak dan memupuk tali silaturahmi antar nagari, karena dengan budaya, kita dapat mempersatukan dari anak-anak, generasi muda sampai yang sudah tua,” terangnya.

Gelaran event budaya alek nagari Sunua Kuraitaji ini diselenggarakan di laga-laga Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman yang berlangsung selama 10 hari, yang disponsori oleh Djarum Coklat. “Dalam gelarannya, acara alek nagari akan menampilkan silek ulu ambek, silek galombang, silek tradisi dan beberapa silek lainnya. Namun, tidak hanya silek saja, tapi juga ada tari indang, pasar rakyat dan silaturahmi tuo silek serta dialog kebudayaan, yang salah satu menjadi narasumbernya budayawan Nasional Zatrow,” ungkapnya. (efa)