METRO SUMBAR

Inovasi di Tengah Tantangan, Sumbar Luncurkan Nagari Creative Hub untuk UMKM

0
×

Inovasi di Tengah Tantangan, Sumbar Luncurkan Nagari Creative Hub untuk UMKM

Sebarkan artikel ini
BINCANG—Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat bincang bincang dengan salahseorang peserta usai kegiatan.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah mengembangkan program unggulan Nagari Creative Hub sebagai solusi inovatif untuk mendukung UMKM dan mengoptimalkan beragam potensi lokal di daerah. Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan terobosan di te­ngah tantangan keterba­tasan anggaran.

Wakil Gubernur Suma­tera Barat, Vasko Ruseimy, mengkritisi pola pikir konvensional di lingkungan pemerintahan yang sering­kali menjadikan ketiadaan anggaran sebagai alasan untuk tidak melaksanakan program. “Coba biasanya kalau kita datang ke tiap-tiap dinas, biasanya jawabannya kita tidak ada uang, tidak ada anggaran, selalu di situ. Itu pola pikir yang konvensional,” ungkap Vasko.

Menurut Wagub, tantangan tersebut harus di­hadapi dengan inovasi mengingat tuntutan ma­syarakat di era keterbukaan informasi saat ini semakin tinggi. “Masyarakat menuntut kita sekarang di era keterbukaan yang seakan-akan yakin semuanya berjalan dengan baik. Jika tak berjalan dengan baik, kita dianggap tak bekerja oleh masyarakat,” jelas Vasko.

Baca Juga  M.Nasir Jabat Kasatlantas Tanahdatar

Ia menekankan pen­tingnya penguatan pola pikir inovatif di kalangan aparatur pemerintah.  “Sehingga, kita perlu untuk betul-betul berpikir lebih kuat lagi untuk segala ma­cam inovasi yang ada,” tambahnya.

Inisiatif Nagari Creative Hub yang dikem­bangkan bersama Gubernur Sumatera Barat dirancang untuk merangkul seluruh potensi lokal di dae­rah dan memberikan dukungan pada UMKM melalui pendekatan digital. “Untuk digital UMKM, pola perekonomian di Sumbar ini menarik. Kita akan mendo­rong investasi besar, tetapi kita tidak lupa untuk menjaga buffer-nya,” kata Vasko menjelaskan strategi pemerintah provinsi.

Vasko juga menyoroti keunikan Sumatera Barat dari sisi indeks gini ratio yang tergolong rendah di Indonesia, yakni 0,287. Indeks ini menunjukkan ting­kat kesenjangan ekonomi yang relatif kecil di provinsi tersebut. “Kita bisa lihat data gini ratio, 0,287, itu di Indonesia termasuk yang paling kecil. Sekarang, di Sumbar ini, kita cari orang yang paling kurang mampu di Sumbar ini, itu masih bisa makan, itu berbeda dengan daerah lain,” terangnya.

Baca Juga  Reuni 30 Tahun IASPI 94 Meriah

Menurut Wagub, feno­mena tersebut menjadi pertimbangan penting da­lam pengembangan stra­tegi ekonomi daerah. “Jadi yang kita perlukan adalah, di saat kita mendukung investasi besar masuk ke Sumbar, kita perlu menjaga buffer-nya,” lanjutnya.

Program Nagari Creative Hub hadir sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi lokal dengan memanfaatkan keberagaman potensi di setiap wilayah.  “Jangankan di tiap kabupaten dan kota, di tiap Nagari itu memiliki potensi lokal yang berbeda. Itu yang kita gemborkan ke dunia, bahwa penguatan potensi lokal kita melalui hal-hal berbasis digital,” ujar Vasko. (fan)