AGAM/BUKITTINGGI

Wako Ramlan Temui Menteri Kebudayaan RI, Bahas Pencanangan Penamaaan Jalan Usmar Ismail dan Percepatan Program Kebudayaan

0
×

Wako Ramlan Temui Menteri Kebudayaan RI, Bahas Pencanangan Penamaaan Jalan Usmar Ismail dan Percepatan Program Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
PEMBAHASAN— Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, temui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Rabu (23/4).

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menemui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Rabu (23/4), untuk membahas dua agenda penting yang berkaitan dengan pelestarian sejarah dan kebudayaan di Bukittinggi.

Dalam pertemuan ter­sebut, Ramlan menyampaikan rencana penamaan salah satu ruas jalan di Bukittinggi dengan nama Usmar Ismail, tokoh perfilman nasional sekaligus pahlawan nasional kelahiran Bukittinggi.

“Kami berharap Pak Menteri bisa hadir langsung dalam peresmian penamaan Jalan Usmar Ismail. Acara ini rencananya akan bersamaan dengan APEKSI Komwil I, di mana Bukittinggi menjadi tuan rumah,” ujar Wako Ramlan.

Baca Juga  Pengukuhan IDAMAN, Lahirkan Tokoh Hebat dari Kaum Hawa

Tak hanya itu, dalam audiensi tersebut, Wako Ramlan juga menyerahkan proposal pembangunan Museum Mussabata, sebuah museum saintifik yang akan mengangkat tema sejarah alam bawah tanah. Museum ini diharapkan bisa menjadi daya ta­rik baru sekaligus penguat identitas Bukittinggi sebagai kota sejarah nasional.

Ramlan hadir bersama Asisten Wali Kota dan se­jumlah Kepala SKPD, me­nunjukkan keseriusan Pemko Bukittinggi dalam memajukan sektor kebudayaan dan sejarah.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemko Bukittinggi atas komitmennya da­lam mengenang jasa tokoh nasional serta mengembangkan ekosistem kebudayaan daerah.

Baca Juga  Warga Kamek Kurbankan 429 Ekor Hewan

“Penamaan jalan Usmar Ismail merupakan bentuk penghormatan terhadap salah satu tokoh besar perfilman Indonesia. Kami dari Kementerian tentu siap mendukung penuh kegiatan kebudayaan yang dibutuhkan Kota Bukittinggi,” ujar Fadli.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Bukittinggi sebagai kota bersejarah sekaligus pusat pertumbuhan budaya nasio­­nal. (pry)