AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Komitmen ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, yang melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, di Jakarta, Kamis (24/4).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Agam didampingi oleh Plt. Asisten II Setda Agam, Drs. Welfizar, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Handria Azmi, S.STP, M.Sc, serta Kabid Bina Keuangan dan Kekayaan Nagari, Eko Purwanto, S.Pd, MM.
Kedatangan rombongan Pemkab Agam disambut langsung oleh jajaran Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, antara lain, Dr. H. M. Ridha Haykal Amal, S.H, M.H, S.Sos, M.Si, Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal, Aditya Hendra Krisna, S.E, M.M, Direktur Pelayanan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Rafdinal, S.Sos, M.T, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal.
Pertemuan tersebut membahas strategi bersama dalam merumuskan serta mengimplementasikan kebijakan ketahanan pangan desa yang adaptif terhadap potensi lokal wilayah Kabupaten Agam. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pembangunan desa dan pengentasan daerah tertinggal.
“Kami ingin mendorong ketahanan pangan desa yang tidak hanya bergantung pada bantuan, tapi benar-benar membangun dari kekuatan lokal yang ada di nagari,” ujar Bupati Benni Warlis.
Selain ketahanan pangan, pembahasan juga mengarah pada peluang investasi di sektor pertanian, termasuk pengembangan produk unggulan nagari yang potensial menjadi komoditas ekspor maupun produk lokal unggulan.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk membuka pintu investasi yang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa,” jelas Ridha Haykal Amal. (pry)






