METRO SUMBAR

Pondasi Awal Indonesia Emas 2045, Solsel Bahas RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026

0
×

Pondasi Awal Indonesia Emas 2045, Solsel Bahas RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026

Sebarkan artikel ini
TANDATANGAN—Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi saat menandatangani berkas acara Musrenbang.

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Kabupaten Solok Selatan 2026. Forum ini menjadi pondasi awal daerah untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Forum ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintahan hingga ma­syarakat. Dihadiri oleh jajaran pemerintah, Forkopimda, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Sumatera Barat, dan DPRD Solok Selatan. Selain juga melibatkan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, LSM, hingga pemuka adat.

Dilaksanakan secara daring dan luring dari Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Rabu (23/4).

Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan forum ini digelar untuk memperoleh masukan dan saran penyempurna­an dalam kerangka mewujudkan visi Kabupaten Solok Selatan yang Makin Maju dan Sejahtera.

“Penyusunan RPJMD tahun 2025-2029 mempu­nyai tantangan yang sa­ngat besar karena merupakan periode pertama atau pondasi utama secara nasional dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Yulian dalam pembukaan Musrenbang.

Baca Juga  Sering Dilanda Banjir, SDN 08 Sasak Ranah Pasisie bakal Dipindahkan

Untuk itu pemerintah pusat melakukan langkah imperatif dalam menga­wal dan mengorkestrasi perencanaan serta implementasi pembangunan hingga ke daerah.

Hal ini diterapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 Tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah.

Dalam upaya tersebut, Solok Selatan dengan visi Terwujudnya Solok Selatan yang Makin Maju dan Sejahtera telah merumuskan lima misi yang dibagi da­lam 25 program unggulan. Program inilah yang akan menjadi prioritas pembangunan daerah tahun 2025-2029 mendatang.

Kendati di tengah kondisi turunnya aktivitas pe­rekonomian dunia secara nasional dan global, namun menurut Yulian, Solok Selatan harus tetap mandiri dan segera fokus menyelesaikan permasalahan daerah.

Adapun beberapa permasalahan yang menjadi perhatian khusus untuk bisa diselesaikan guna mendorong pertumbuhan di Solok Selatan antara lain masih rendahnya akse­sibilitas dan konektivitas serta infrastruktur pendukung pusat pertumbuhan daerah, Rendahnya hilirisasi pengelolaan sumber daya alam, masih ren­dahnya daya saing daerah dan kualitas sumber daya manusia, rendahnya kemampuan sumber pendanaan dan pembiayaan pembangunan daerah.

Baca Juga  Gelar Raker Penyusunan RKP, Kepala DPM Pasaman Ajak Peserta jadikan Wadah Diskusi

Untuk itu dalam pe­nyusunan Rencana Strategis 2025-2029 dan Rencana Kerja 2026 ini seluruh pe­rangkat daerah harus mem­­prioritaskan serta men­cari strategi inovatif dan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan dae­rah tetangga terhadap pelaksanaan program dan kegiatan untuk mendukung program unggulan yang telah ditetapkan. ”Progul tersebut telah kami identifikasi dapat menjawab dan melakukan lompatan besar terhadap penyelesaian permasalahan daerah ter­sebut,” terangnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Tim Ahli Penyusunan RPJMD dan sejumlah narasumber dari Kementerian Kehutanan, Ba­lai Pe­laksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, dan Ba­ppeda Provinsi Su­matera Barat. Dalam acara ini juga dilaksanakan penandata­nganan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026. (ped/rel)