OLAHRAGA

Getafe vs Real Madrid, Misi Tiga Poin di Coliseum

0
×

Getafe vs Real Madrid, Misi Tiga Poin di Coliseum

Sebarkan artikel ini

GETAFE dan Real Madrid akan bertemu di Estadio Coliseum pada pekan ke-33 La Liga 2024/2025. Pertandingan Liga Spanyol antara Getafe vs Real Madrid ini dijadwalkan kick-off Kamis (24/4) jam 02.30 WIB.

Madrid akan kembali melanjutkan perburuan gelar La Liga. Dengan posisi kedua klasemen dan terpaut empat poin dari Barcelona, laga ini menjadi krusial bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti.

Sementara itu, Getafe menyambut pertandingan tengah pekan ini dari posisi ke-12 klasemen, masih nyaman di papan tengah. Meski demikian, mengi­ngat mereka hanya terpaut empat poin dari peringkat kedelapan, ambisi Azulones untuk menembus zona Eropa belum sepenuhnya pupus.

Namun, laju inkonsisten belakangan ini menjadi kendala utama Getafe. Tiga kekalahan dalam empat laga terakhir mengganggu momentum mereka sejak menang telak 4-0 atas Real Valladolid awal bulan ini.

Performa Getafe memang tak stabil, terutama dalam dua laga terakhir. Setelah takluk 1-3 dari Las Palmas di kandang, mereka kembali gagal meraih poin usai kalah 0-1 dari Espanyol dalam laga yang diwarnai kartu merah Christantus Uche.

Kekalahan tersebut mempertegas masalah disiplin sekaligus minimnya efektivitas di lini depan. Uche yang harus absen karena skorsing memberikan celah bagi Juan Bernat untuk kembali menghuni starting eleven.

Selain itu, satu keme­nangan dalam tujuh laga kandang terakhir menunjukkan kelemahan utama Getafe musim ini. Menarik­nya, satu-satunya keme­nangan tersebut didapatkan atas Atletico Madrid—tetangga sekaligus rival sekota Real Madrid.

Madrid datang ke laga ini dengan misi ganda, yakni menjaga peluang juara La Liga sekaligus mempersiapkan diri untuk final Copa del Rey kontra Barcelona akhir pekan nanti. Meskipun gagal mempertahankan gelar Liga Champions usai disingkirkan Arsenal, mereka masih pu­nya dua trofi domestik yang bisa diraih.

Kemenangan dramatis atas Athletic Bilbao lewat gol Federico Valverde menjadi suntikan moral yang dibutuhkan. Hasil itu menjaga jarak empat poin dengan Barcelona dan memperpanjang rekor impresif Madrid di La Liga.

Los Blancos juga membidik kemenangan ketiga secara beruntun di laga tandang liga. Setelah me­nang atas Villarreal dan Alaves, kini Getafe menjadi target berikutnya untuk meneruskan tren positif.

Rotasi Pemain

Dengan jadwal padat dan laga penting menghadapi Barcelona di final Copa del Rey, Ancelotti diperkirakan akan melakukan rotasi. Nama-nama seperti Lucas Vazquez, David Alaba, Fran Garcia, Arda Guler, Brahim Diaz, hingga wonderkid Endrick berpeluang tampil sejak awal.

Kylian Mbappe telah menuntaskan skorsing satu pertandingan, tapi kondisinya masih diragukan usai cedera engkel kontra Arsenal. Madrid diyakini tidak akan mengambil risiko dan kemungkinan besar akan me­nyimpan sang bintang di bangku cadangan.

Jika Mbappe masih absen, pelatih Ancelotti harus mengubah pendekatan taktisnya, salah satunya dengan menempatkan Jude Bellingham sebagai false nine.

Dia menilai bahwa posisi tersebut sebelumnya sudah memberikan keuntungan besar bagi tim, dan pada laga ini digunakan kembali di babak kedua.

Meski begitu, untuk pertandingan final Copa del Rey mendatang, Bel­lingham kemungkinan akan kembali ke posisi biasanya karena Ancelotti mempertimbangkan formasi 4-4-2 yang lebih defensif.

Lebih lanjut, Ancelotti menyebut bahwa formasi tersebut memang menjadi favoritnya karena memberikan kestabilan bertahan.

Dia menambahkan bahwa formasi itu tidak selalu berarti hanya menggunakan dua striker, karena kadang pemain sayap seperti Vinicius atau Rodrygo bisa berperan sebagai gelandang serang atau penyerang tambahan tergantung pada tipe full-back yang dimainkan.

Soal laga melawan Athletic, Ancelotti memuji respon para pemainnya yang tampil lebih kompak dan solid di babak kedua.

Dia menilai bahwa timnya tidak mendapat tekanan besar dari lawan, meski di babak pertama tidak menciptakan banyak peluang. Dia mengapresiasi agresivitas dan kerja sama yang ditunjukkan oleh para pemainnya.

Ketika ditanya me­nge­nai performa Vinicius, Ancelotti mengatakan bahwa pemain Brazil itu menunjukkan sikap luar biasa meskipun belakangan ini tidak dalam kondisi terbaik. (*/ren)