AGAM/BUKITTINGGI

Tinjau Pasa Ateh, Wako Sebut Banyak yang Harus Dibenahi, 400 Toko Tutup, Pemko Bakal Surati Pedagang

0
×

Tinjau Pasa Ateh, Wako Sebut Banyak yang Harus Dibenahi, 400 Toko Tutup, Pemko Bakal Surati Pedagang

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI PASA ATEH— Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Wawako Ibnu Asis meninjua pusat perbelanjaan Pasa Ateh Kota Bukittinggi bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (21/4).

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Wawako Ibnu Asis meninjua pusat perbelanjaan Pasa Ateh Kota Bukittinggi bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (21/4).

Dalam sidak itu, Wako Ramlan menyampaikan kondisi terkini gedung Pasa Ateh yang membutuhkan pembenahan. Ia juga berpendapat, perlu adanya retribusi yang jelas untuk keuangan daerah.

“Kondisi saat ini ada 400 lebih toko yang tutup. Ini akan kita surati, jika tidak berminat akan kita alihkan kepada pedagang yang berminat. Dari sisi keuangan, ini retribusi jasa usaha dan pemerintah tidak boleh rugi terus dengan pembiayaan dan segala macam,” kata Ramlan.

Baca Juga  Takbiran Keliling Meriahkan Idul Adha di Agam

Pungutan liar yang merajalela menjadi hal yang juga harus diperbaiki. Ramlan menegaskan, semua retribusi atas gedung yang dibuat pemerintah harus masuk ke kas daerah, tidak ada pemungutan untuk wilayah dagang serta parkir.

“Kita tinjau juga pedagang sanjai di samping gedung Pasa Ateh dan parkir, yang namanya gedung dibuat pemerintah tidak boleh pihak lain yang memungut biayanya. Itu namanya pungli. Saya sudah bicara pada kepolisian dan kejaksaan agar pendapatan masuk ke kas daerah dan parkir akan kita buka 24 jam,” sambung Ramlan.

Baca Juga  Hindari Penyebaran Covid-19, Pasia Laweh Gelar Program 1.000 Sajadah

Tidak hanya Pasa Ateh, Pasa Putiah yang berada di samping gedung Pasa Ateh juga menjadi sorotan. Wako Ramlan rencanakan perubahan pada tangga dan membangun eskalator de­mi kenyamanan bersama.

Wako menegaskan bah­wa Kota Bukittinggi sebagai kota wisata, maka tujuan utama dari perbaikan kota adalah demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Serta akan adanya tim kajian pemerintah dae­rah untuk memantau dan menyampaikan pendapat demi kemajuan Kota Bukittinggi. (pry)