METRO PADANG

Tingkat Mitigasi dan Minimalisir Korban, Wako Minta Papan “Kewaspadaan” Dipasang di Pinggir Sungai dan Pantai

0
×

Tingkat Mitigasi dan Minimalisir Korban, Wako Minta Papan “Kewaspadaan” Dipasang di Pinggir Sungai dan Pantai

Sebarkan artikel ini
PENEMUAN KORBAN HANYUT— Setelah tiga hari dalam pencarian, akhirnya korban hanyut di Pantai Ujung Batu Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah, ditemukan pada Selasa (22/4) pukul 09.10 WIB di Pulau Bonta.

PASIA NAN TIGO, METRO–Tiga hari dalam pencarian, akhirnya korban hanyut di Pantai Ujung Batu Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah, ditemukan pada Selasa (22/4) pukul 09.10 WIB di Pulau Bonta.

Korban bernama Ridho Ramadhan yang merupakan penghuni Panti Asuhan Al Hurul Ain Wisma Indah Tabing ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Melalui telepon seluler, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan du­ka cita mendalam atas meninggalnya Ridho Ramadhan.

Diketahui, insiden tragis ini terjadi pada Minggu sore (20/4) sekitar pukul 16:30 WIB, ketika almarhum Ridho Ramadhan bersama beberapa rekannya beraktivitas di kawasan Pantai Ujung Batu Pasie Nan Tigo.

Saat berenang, cuaca dan kondisi arus laut yang dilaporkan tidak bersahabat menyebabkan Ridho terseret arus kuat dan dinyatakan hilang sejak saat itu.

Operasi pencarian skala penuh yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur segera dilakukan sejak Minggu sore. Pencarian terus dilanjutkan selama dua hari beri­kut­nya, melibatkan penyisiran darat maupun laut.

Titik terang muncul pa­da Selasa pagi, sekitar pukul 09:10 WIB, ketika jasad almarhum ditemukan oleh nelayan di perairan dekat Pulau Bonta. Tim SAR gabungan yang siaga segera merespons dan berhasil mengevakuasi jasad korban ke daratan.

“Kepergian Almarhum sudah pasti meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Dan juga menjadi duka bagi kami,” ujar Fadly Amran.

Fadly Amran juga me­nyo­roti beberapa kejadian orang hanyut di beberapa lokasi di Kota Padang. Dan menginstruksikan kepada BPBD dan para Camat, untuk meningkatkan mitigasi di daerah masing-masing.

“Beberapa minggu terakhir kita sering dihadapkan kepada pencarian orang yang terseret arus. Kita ingin meminimalisir kejadian ini. Dan saya su­dah minta BPBD dan Camat untuk meningkatkan mitigasi di daerah masing-masing. Baik dengan mela­kukan patroli di daerah pinggir pantai dan sungai secara rutin bersama perangkat warga, ataupun dengan memasang papan pemberitahuan untuk kewaspadaan,” beber Fadly Amran.

Fadly Amran juga menyampaikan terima kasih kepada segenap tim pencarian yang bekerja tanpa mengenal lelah untuk menemukan almarhum Ridho Ramadhan.

“Terima kasih kepada seluruh personil yang tergabung dalam tim pencarian. Tim SAR Gabungan, BPBD Kota Padang, para nelayan dan masyarakat sekitar. Terima kasih atas sumbangsih dan perannya ma­sing-masing. Semoga ke depannya kita bisa men­cegah kejadian serupa ter­ulang,” tutup Fadly lirih.

Almarhum Ridho Ramadhan sebelumnya diinformasikan berenang di kawasan Pantai Ujung Batu Pasie Nan Tigo bersama beberapa orang rekan, Minggu (20/4). Namun karena cuaca dan arus yang tidak bersahabat, almarhum terseret arus dan dinyatakan hilang, hingga ditemukan meninggal dunia. (brm)