BERITA UTAMA

74 Adegan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Siswi MTsN, Cinta Dicekik Noval sampai Tewas, lalu Disetubuhi

2
×

74 Adegan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Siswi MTsN, Cinta Dicekik Noval sampai Tewas, lalu Disetubuhi

Sebarkan artikel ini
REKONSTRUKSI— Dua tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan siswi MTsN, Cinta Novita Saris saat rekonstruksi.

TANAHDATAR, METRO —Penyidik Sateskrim Polres Tanahdatar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan siswi MTsN 2 Sumanti bernama Cinta Novita Sari Mista (15)  yang jasadnya ditemukan dalam karung putih di kawasan Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab pada Rabu (19/2) lalu.

Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan di dua lokasi pada Senin (21/4), tersangka utama, Noval Julianto (26) dan temannya yang turut membantu, Bima (25) dihadirkan langsung untuk memperagakan satu persatu adegan kasus pembunuhan dan pemerkosaan sadis tersebut.

Di lokasi pertama rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Tanahdatar dan lokasi kedua dilaksanakan di TK Pembina yang menjadi lokasi korban dibunuh dan diperkosa. Total, kedua tersangka memperagakan 74 adegan yang dimulai dari perencanaan oleh kedua pelaku serta menjemput korban hingga eksekusi sampai ke pembuangan mayat korban di Kecamatan Sungai Tarab.

Kasatreskrim Polres Tanahdatar AKP Surya Wahyudi mengatakan, rekonstuksi lokasi pertama dilaksanakan di Polres bertujuan  untuk menjaga situasi agar aman dan terkendali selama proses reka ulang.

“Sengaja kita pilih lokasi pertama adalah untuk menjaga keamanan selama proses rekonstruksi. Karena kalau dilokasi penjemputan korban sangat tidak memungkinkan,” katanya.

Disebutkan, pemilihan lokasi pertama sudah dikordinasikan dengan seluruh pihak, terutama dengan pihak Kejaksaan. Di lokasi pertama ini, ada sebanyak 24 adegan yang diperagakan oleh kedua tersangka.

“Sementara di lokasi pembunuhan yakni di sebuah sekolah Taman Kanak Kanak (TK) Pembina di Jorong Malintang, Nagari Lawang Mandailing, Kecamatan Salimpaung, Tanahdatar ada sebanyak 50 adegan,”  terangnya.

Di lokasi TK ini, ungkap AKP Surya, tergambar jelas bagaimana N membunuh, menyetubuhi, hingga memasukan korban dalam karung dan membuang mayat korban..

“Sementara di TKP pembuangan mayat, dilakukan 13 adegan. Total ada 47 adegan yang dilakukan di TKP pembunuhan. Rekonstruksi ini bertujuan mengungkap kejadian sebenarnya dan memperjelas peran masing masing tersangka,” tegas AKP Surya.

AKP Surya menuturkan, tersangka Noval berperan sebagai eksekutor sekaligus menyetubuhi korban setelah tewas dan membuang mayat korban. Sementara hingga saat ini peran Bima masih sebatas pembantu eksekutor.

“Jadi, total keseluruhan ada 74 adegan. Di Polres Tanah Datar sebanyak 27 adegan, dan di TKP sebanyak 47 adegan,” tutur AKP Surya.

Reka ulang ini disaksikan oleh ratusan warga sekitar lokasi pembunuhan. Mereka begitu antusias ingin menyaksikan bagaimana kasus pembunuhan terjadi menurut yang sebenarnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, kedua tersangka melakukan reka adegan saat korban Cinta dibawa menggunakan sepeda motor ke TK Pembina di Jorong Malintang, Nagari Lawang Mandahiling. Saat sampai di lokasi, tersangka Bima yang membonceng korban berhenti di TK Pembina.

Kemudian,  tersangka Noval menyusul tersangka Bima dan korban Cinta ke TK Pembina. Sesampai tersangka Noval di lokasi, tersangka Bima dan korban masih duduk di atas motor. Lalu, tersangka Noval turun dari motornya dan mencekik korban yang masih duduk di atas motor tersangka Bima.

Motor pun jatuh, tetapi tersangka Noval terus mencekik korban. Tidak ada perlawanan, tetapi tersangka Bima langsung berusaha melerai perbuatan tersangka Noval. Tapi, tersangka Noval tidak mengindahkan larangan tersangka Bima. Lalu tersangkameninggalkan TKP yang di sana Noval masih mencekik korban.

Korban Cinta pun meninggal akibat cekikan Noval. Selanjutnya tersangka Noval menarik tubuh Cinta ke lantai TK Pembina, lalu menyetubuhinya. Setelahnya, tersangka Noval menghubungi tersangka Bima kembali untuk meminta bantuan membawa sarung ke TKP karena korban sudah meninggal dunia.

Setelah 5 menit, tersangka Bima datang dari samping TK Pembina. Tersangka Noval kemudian menghampiri tersangka Bima untuk mengambil sarung, lalu membungkus korban Cinta. Kedua tersangka kemudian membuang jenazah korban di pinggir jalan Sungai Tarab.

Wali Nagari Lawang Mandailing Zulfirman mengapresiasi kinerja pihak kepolisian, yang dengan cepat tanggap menangani kasus ini.

“Semoga kasus ini cepat selesai. Semoga ini kasus terakhir didaerah saya. Jangan terjadi lagi kasus yang sama didaerah saya. Mari kita ambil hikmah dari semua kejadian ini. Mari kita selalu mengawasi anak-anak dalam pergaulan. Kenali dengan siapa anak kita bergaul.” tutup dia. (ant)