BERITA UTAMA

Anak Panti Asuhan Hilang Digulung Ombak, 3 Temannya Selamat

0
×

Anak Panti Asuhan Hilang Digulung Ombak, 3 Temannya Selamat

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap remaja yang hilang tenggelam di Pantai Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Tragis. Seorang remaja laki-laki berusia sekitar 16 tahun dilaporkan hilang usai diguling ombak saat mandi bersama teman-temannya di Pantai Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Minggu (20/4) sore sekitar pukul 17.40 WIB.

Insiden itu sontak saja membuat warga setempat heboh hingga berdatangan ke kawasan pantai untuk membantu mencari korban bernama Ridho Ramadhan yang merupakan penghuni Panti Asuhan Al Hurul Ain Wisma Indah V, Tabing.

Sedangkan teman-teman korban berhasil selamat meski sempat terseret ke tengah laut akibat dihantam ombak besar ketika mandi-mandi. Tak berselang lama, Tim SAR gabungan dari BPBD, Kantor SAR Padang, TNI, Polri, relawan tida di lokasi untuk melaksanakan operasi operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor SAR Pa­dang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa korban hilang tenggelam ketika bermain air bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba terseret arus laut. Warga sekitar sempat me­lakukan pencarian awal, namun hingga menjelang malam belum membuahkan hasil.

“Sekitar pukul 17.50 WIB, kami menerima laporan dari salah satu penjaga pantai (Padang Baywatch) dan langsung me­ngerahkan enam personel ke lokasi kejadian,” ujar Abdul Malik.

Selain personel, ungkap Abdul Malik, sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk memaksimalkan pen­carian, di antaranya perahu karet (Landing Craft Rubber), alat deteksi bawah air Aqua Eye, perlengkapan SAR air, serta kendaraan penyelamatan dan medis.

Pantai Pasir Nan Tigo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Namun, kondisi cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius bagi keselamatan pengunjung.

“Kami mengimbau ma­syarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” tambah Abdul Malik.

Terpisah, Kalaksa BPBD Padang Hendri Zulviton mengatakan, peristiwa itu berawal ketika korban bersama tiga temanya yang sama-sama dari pati asuhan sedang melaksanakan kegiatan olahraga di sekitar pantai, sebelum akhir­nya memutuskan untuk man­di di laut.

“Dua dari mereka mandi di lokasi yang berdekatan, sementara Ridho dan rekannya, Ilham, berada di posisi yang berbeda. Ketika ombak mulai besar, keduanya terseret arus. Beruntung, Ilham berhasil diselamatkan, sementara Ridho hingga kini masih dalam pencarian. BPBD Kota Padang bersama tim gabungan masih melakukan pencarian hingga ma­lam,” ujar Hendri.

Hendri menuturkan, pihaknya mengerahkan seluruh potensi SAR, baik dari unsur pemerintah maupun relawan. Tim terus menyisir area pantai dengan harapan korban segera ditemukan. Selain itu, pencarian akan dilanjutkan hingga korban ditemukan selama sepekan mendatang.

“Stiap menit sangat berarti, dan kami bekerja secepat serta seoptimal mungkin. Tidak ada kerugian materi dalam kejadian ini, namun dampak psikologis dirasakan oleh teman-teman korban dan pengurus panti. Korban masih remaja, dan ini tentu sangat menyedihkan bagi keluarga besar panti asuhan,” imbuh Hendri.

Selain itu, kata Hendri, tim yang terlibat dalam pencarian terdiri dari berbagai unsur, antara lain BPBD Kota Padang, Basarnas, Damkar, PMI, Polri, TNI, serta relawan dari berbagai organisasi kebencanaan dan masyarakat setempat.

Warga sekitar pun turut membantu proses pencarian.

“Kami melakukan penyisiran di sekitar garis pantai hingga radius tertentu dari lokasi kejadian. Semoga saja korban segera ditemukan,” tutup dia. (brm)