METRO PESISIR

Ribuan Warga Ikuti Goro Akbar di Batang Ulakan

0
×

Ribuan Warga Ikuti Goro Akbar di Batang Ulakan

Sebarkan artikel ini
GORO AKBAR— Bupati Padangpariaman John Kenedi Aziz (JKA) membuka goro akbar yang diikuti ribuan masyarakat di Batang Ulakan, Kabupaten Padangpariaman. Para peserta yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat dibagi ke dalam delapan titik atau pos yang telah ditentukan sebelumnya.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John Kenedi Aziz (JKA),  membuka goro akbar yang diikuti ribuan masyarakat yang dilaksanakan Batang Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, dengan semangat tinggi dari para peserta yang berpartisipasi dalam aksi gotong royong tersebut. Para peserta yang terdiri dari berbagai unsur masya­rakat dibagi ke dalam de­lapan titik atau pos yang te­lah ditentukan sebelumnya.

Bupati Kabupaten Pa­dang­pariaman, H.John Ke­nedy Azis saat memimpin apel gabungan pembukaan kegiatan, menyampaikan bahwa goro akbar ini merupakan bentuk nyata kepe­du­lian bersama untuk mem­bantu masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko banjir di wilayah Ulakan Tapakih. “Goro akbar ini adalah niat baik kita bersama. Semoga usaha kita hari ini menjadi langkah awal menuju normalisasi yang akan kita usulkan ke kementerian terkait,” ujarnya

Bupati juga menyampaikan rasa bangga karena bisa menjadi bagian dari tim besar dalam kegiatan ini dan menyampaikan apre­siasi kepada seluruh pihak yang terlibat di setiap pos. Ia berharap segala upaya yang dilakukan mendapat balasan dari Allah SWT. “Saya bangga menjadi ba­gian dari gotong royong ini. Te­rima kasih kepada semua pihak atas dukungan, baik secara material maupun mo­ril,” ujar­nya.

Ia juga merasa terharu melihat kondisi cuaca yang mendukung kegiatan ter­sebut seolah olah turut me­rasa bangga dan senang. “Alam pun tampaknya turut mendukung gotong ro­yong kita kali ini,” ujar.

Di tempat kegiatan go­ro, Dandim 0308 Pariaman, Letkol Inf Nur Rahmat, menyampaikan dukungan atas inisiatif pelaksanaan goro akbar ini. “Kegiatan goro bertujuan untuk mengurangi bahaya banjir di Ulakan, ter­masuk membuat muara baru agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan bahwa ia telah menentukan 8 pos/titik, dimana setiap pos memiliki tantangan yang berbeda-beda, mulai dari pohon tumbang, adnya petemuan antara pohon dengan pohon di sebelah subgai, dan tumpukan pasir yang menyumbat mua­ra, hingga kendala lainnya.

“Meski pelaksanaan goro hanya berlangsung dua hari, kami akan berupaya untuk melanjutkan kegiatan ini, hingga hasilnya benar-benar terlihat dan bermanfaat bagi ma­syarakat,” ungkapnya meng­akhiri.(efa)