AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam mewajibkan seluruh siswa di 68 SMP negeri dan swasta untuk melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di masjid atau mushalla sekolah sebagai bagian dari Program Bangkik dari Surau. Program ini bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau, terutama dalam menanamkan karakter agama kepada generasi muda.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Alfiandri, mengatakan aturan ini mulai diterapkan sejak awal Ramadhan. Selain di sekolah, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla sekitar rumah mereka.
“Sekolah diminta untuk mengirimkan surat kepada orang tua agar mereka dapat memantau pelaksanaan ibadah anak-anak mereka. Selain itu, sekolah juga harus menyediakan buku kontrol untuk memastikan kegiatan shalat berjalan dengan baik,” jelas Alfiandri saat meninjau program tersebut di SMPN 5 Lubuk Basung.
Program ini sejalan dengan gerakan moral yang diprakarsai oleh Bupati Agam untuk membangkitkan kembali nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau dengan berlandaskan pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Kami ingin generasi muda Agam tumbuh dengan akhlak yang kuat, beriman, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan membiasakan mereka shalat berjamaah sejak dini, kami berharap anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Shalat berjamaah ini tidak hanya diwajibkan bagi siswa, tetapi juga bagi seluruh guru di sekolah, sehingga mereka dapat menjadi teladan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kepala SMPN 5 Lubuk Basung, Linda Purwanti, mengungkapkan bahwa 199 siswa dan seluruh guru di sekolahnya melaksanakan shalat berjamaah di aula. Sebelumnya, mereka melaksanakan shalat di mushalla sekolah, namun karena ukuran mushalla yang kecil, kegiatan ini dipindahkan ke aula dengan sistem dua shift.
“Dengan aula yang lebih luas, pelaksanaan shalat berjamaah menjadi lebih nyaman bagi seluruh siswa dan guru,” kata Linda.
Sebelumnya, Bupati Agam Benni Warlis, menyampaikan bahwa Bangkik dari Surau bukan sekadar program, tetapi merupakan gerakan moral untuk membangkitkan kembali nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau yang berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Kami ingin generasi muda Agam tumbuh dengan fondasi akhlak yang kuat. Dengan membiasakan diri ke masjid dan mushala sejak dini, anak-anak kita akan terbentuk menjadi pribadi yang disiplin, beriman, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati setelah melakukan shalat zuhur berjamaah di Masjid Nurul Falah, beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong partisipasi aktif sekolah-sekolah dalam program ini sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berakhlak mulia dan cinta terhadap rumah ibadah. (pry)





