METRO SUMBAR

Bupati Mentawai Buka Rakor Pembinaan dan Pengawasan Desa 025

1
×

Bupati Mentawai Buka Rakor Pembinaan dan Pengawasan Desa 025

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, METRO–Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Desa Tahun 2025 yang digelar di Aula Bappeda Kepulauan Mentawai, Selasa (15/4).

Rapat koordinasi yang me­ngusung tema “Kerja Cepat, Kerja Tepat, Kerja dan Kerja Cerdas” ini dihadiri oleh para kepala desa, jajaran Inspektorat, serta aparat penegak hukum. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman dalam pengawasan pemba­ngunan desa serta mencegah potensi kebocoran anggaran.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dan percepatan digitalisasi pemerintahan desa. Ia mendorong agar ke depan, rapat-rapat koordinasi dapat dilakukan secara virtual guna menekan biaya dan waktu.

Baca Juga  Daftar Penerima BLT di Situjuah Batua ada di Warung Kopi, Rumah Penerima Bantuan Dipasang Stiker

”Ke depan, rapat seperti ini bisa dilakukan secara online. Saya minta setiap desa me­nyiapkan ruang digital khusus untuk meeting virtual agar tidak ada alasan absen,” tegas Rinto.

Bupati juga menyoroti pen­tingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan desa, khususnya terkait aliran dana dari pemerint kabupaten. Ia menilai, ketidaktahuan pe­rangkat desa soal mekanisme anggaran kerap menjadi celah terjadinya penyimpangan.

”Kalau ada yang main-main dengan anggaran, saya sendiri yang akan laporkan ke pihak berwajib. Jangan sampai program prioritas seperti Koperasi Merah Putih jadi terhambat,” ujarnya tegas.

Diketahui, Mentawai menjadi kabupaten pertama di Sumatra Barat yang mendeklarasikan Program Koperasi Merah Putih. Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan pentingnya pengelolaan dana yang akuntabel dan transparan, agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

Baca Juga  Ulil Amri: Banyak Caleg Kurang Paham Regulasi Pesta Demokrasi

Rinto juga menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran vital sebagai ujung tombak pemerintahan. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan atau kegagalan pembangunan desa mencerminkan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.

”Kegagalan di desa adalah kegagalan kita semua. Pastikan kewaspadaan tinggi dalam mengawal anggaran,” pesannya.

Bupati mengajak seluruh peserta untuk terus berinovasi dan menjaga semangat kerja demi kemajuan desa di Ke­pulauan Mentawai. ”Mari kita bekerja cepat, tepat, dan cerdas. Jangan sampai ada ruang untuk praktik yang merugikan masyarakat,” tutupnya. (rul)