PADANG, METRO–Bagi masyarakat yang ingin berobat ke rumah sakit, Tidak perlu lagi antrean di loket administrasi menunggu layanan kesehatan. BPJS kini menghadirkan inovasi antrean online melalui aplikasi Mobile JKN. Fitur-fitur di aplikasi Mobile JKN hadir memudahkan pasien memilih poli, jadwal dan dokter tanpa harus datang lebih awal ke fasilitas kesehatan (faskes).
“Dengan antrean online, peserta cukup mendaftar dari rumah, tahu nomor antrean dan perkiraan jam layanan. Ini solusi konkret untuk mengurangi waktu tunggu di faskes,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Padang, Fauzi Lukman pada kegiatan Media Gathering bertajuk “Synergy dan Harmony with Media” yang digelar Selasa (16/4) di salah satu restoran di Kota Padang.
Media Gathering siang itu selain dihadiri awak media, juga hadiri perwakilan rumah sakit, yaitu Rumah Sakit (RS) Bunda, Semen Padang Hospital (SPH) dan RS Aisyah.
Fauzi menambahkan, fitur antrean online terintegrasi langsung dengan sistem fasilitas kesehatan dan aplikasi P-Care. Selain itu, layanan PANDAWA melalui media sosial WhatsApp (WA) juga dihadirkan untuk mempermudah administrasi peserta.
Program JKN-KIS juga semakin mudah diakses hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanpa harus membawa kartu JKN atau KTP. Peserta cukup menunjukkan NIK saat berobat di faskes mitra BPJS Kesehatan.
Selain fitur antrean online, BPJS Kesehatan memperkenalkan inovasi i-Care JKN yang memungkinkan dokter meninjau riwayat kesehatan peserta secara digital, untuk meningkatkan mutu layanan. Dengan inovasi yang dihadirkan, Fauzi berharap peran penting media dalam menyosialisasikan layanan digital yang efisien dan ramah pengguna.
“Lewat kolaborasi dengan media, kami berharap masyarakat semakin memahami manfaat, hak dan kewajiban dalam program JKN-KIS, sekaligus memanfaatkan layanan digital yang telah tersedia,” harapnya.
Kepala RS Bunda Padang, dr Hergawati, MM yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut membagikan pengalaman penerapan sistem antrean online di rumah sakit yang dipimpinnya. Menurutnya, antrean online memberi dampak signifikan terhadap efisiensi layanan. “Dengan kemudahan layanan antrean online yang tersedia di Mobile JKN, antrean tidak lagi menumpuk. Pasien bisa datang sesuai waktu yang ditetapkan dan langsung bertemu dokter. Antrean online sangat efektif untuk pasien, tidak perlu lagi membuang-buang waktu untuk antri,” jelasnya.
Keaktifan Peserta Program JKN-KIS
Fauzi juga menegaskan, keberhasilan Program JKN-KIS membutuhkan gotong royong seluruh pihak. Ia menyebut, cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah mencapai 95,81 persen per 1 April 2025, namun tingkat keaktifan peserta baru berada di angka 74,27 persen. “Artinya, masih ada sekitar 1,49 juta penduduk Sumbar yang belum aktif. Ini menjadi fokus kami bersama mitra, termasuk media,” tambahnya.(fan)






