BERITA UTAMA

Berpotensi Terjerumus Pergaulan Bebas, Irjen Pol Gatot: 3 Ribu lebih Anak Putus Sekolah di Sumbar

0
×

Berpotensi Terjerumus Pergaulan Bebas, Irjen Pol Gatot: 3 Ribu lebih Anak Putus Sekolah di Sumbar

Sebarkan artikel ini
paparan — Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memberikan paparan dalam kegiatan sosialisasi anti tawuran, narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan LGBT .

PADANG, METRO–Polda Sumbar me­nun­jukkan komitmen kuat da­lam memberantas aksi ta­wuran dan balap liar, nar­koba, Pergaulan Bebas dan LGBT di kalangan generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran lang­sung Kapolda Sumbar Irjen Polda Gatot Tri Suryanta dalam acara sosialisasi anti tawuran, narkoba, ba­lap liar, pergaulan bebas dan LGBT  yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sum­bar, pada Rabu (16/4).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polda Sumbar terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus upa­ya preventif untuk me­nyelamatkan masa depan para remaja dari perilaku negatif yang meresahkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menga­takan, bawah aksi tawuran dan balap liar sudah jauh berkurang berkat program yang sudah dijalankan oleh jajarannya.

“Alhamdulillah kita mung­kin merasakan semua­nya, kemarin kita pada saat itu idul-fitri-1446, maupun se­la­ma bulan Ramadan, jauh berkurang Bapak ya? Te­ra­­sa enggak? Ya? Jauh berku­rang, sudah hampir enggak kita temukan ya? Mungkin ada tapi enggak terlalu jauh sekali ber­kurang,” kata Kapolda.

Irjen Pol Gatoto me­nga­takan, salah satu upa­ya mengantisipasi tawuran dan balap liar serta perma­sala­han sosial di wilayah­nya dengan mendata lang­sung ke masyarakat.

“Kami punya personel Bhabinkamtibmas, door to door ke RW, RT, mendata warga yang putus seko­lah,” ucap Irjen Pol Gatot.

Ia menjelaskan, berda­sarkan pendataan tersebut diketahui banyak anak-anak yang putus sekolah, SD, SMP, dan SMA.

“Yang tidak sekolah, SD itu ada 819, kemudian un­tuk SMP itu ada 1039, kemu­dian yang SMA itu 1485. Nah, dari data ini,  kami ingin solusinya itu tepat sasaran,” ucap Kapolda.

Ia menyebutkan, Polda Sumbar mempunyai ko­mit­men yang kuat mencip­takan wilayah hukumnya bebas tawuran dan balap liar.

“Jalau yang SMA, SMK kan menjadi tanggung ja­wab dari pemerintah pro­vin­si, dan yang SD, SMP men­jadi tanggung jawab pe­­merintah kota,” be­bernya .

Ia menerangkan, ma­yo­ritas anak putus sekolah berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mereka tidak sekolah karena tidak mempunyai Handphone pada masa Covid-19.

“Dari yang tidak seko­lah, akhirnya bablas sam­pai tidak mau sekolah,” sebut Kapolda.

Kapolda Sumbar meng­khawatirkan anak anak yang putus sekolah ini terjerembab pada pergau­lan yang salah, seperti pengaruh narkoba, LGBT, judi, dan sebagainya.

“Dari tahanan Polda Sumbar dan jajaran, ku­rang lebih sekarang ada 800 orang. Mungkin 500 orang itu hampir rata-rata narkoba,” sebutnya.

Kapolda Sumbar me­nyebutkan keterlibatan semua pemangku kebi­jakan sangat diharapkan dalam menciptakan Kam­tib­mas yang kondusif. Ka­polda juga ingin punya se­mangat yang besar untuk membangun Sumbar.

“Kami ingin bersama-sama punya semangat yang besar untuk mem­bangun Sumbar, khusus­nya mengeluarkan masa­lah-masalah yang anak-anak ini keluar dari yang muda jadi anak yang ber­prestasi hebat menjadi pemimpin bangsa Indonesia,” tutupnya. (rgr)