AGAM, METRO–Persoalan mahal dan langkanya pupuk bersubsidi kembali menjadi keluhan utama para petani di Kabupaten Agam. Menanggapi kondisi ini, Bupati Agam Benni Warlis menggelar pertemuan khusus bersama pihak Pupuk Indonesia, distributor, pengecer, penyuluh pertanian, serta stakeholder terkait, di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (14/4).
Dalam rapat tersebut, Bupati Benni mendapatkan laporan adanya pengecer yang masih menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, sesuai aturan, HET sudah mencakup keuntungan bagi distributor maupun pengecer, termasuk biaya transportasi.
“Aturannya sudah jelas. Kalau masih ada yang menjual di atas HET, kami akan tindak tegas bersama Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3),” tegas Benni.
Bupati menyampaikan bahwa para petani saat ini telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga biaya produksi yang tinggi. Ia menilai, menjual pupuk bersubsidi di atas harga resmi merupakan bentuk ketidakadilan terhadap petani.
“Petani sudah cukup menderita. Jangan tambah beban mereka. Kita harus berpihak pada petani,” ujarnya lantang.
Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa tidak ada lagi alasan bagi distributor maupun pengecer untuk menaikkan harga pupuk bersubsidi. Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk menertibkan sistem distribusi pupuk, guna mendukung program swasembada pangan nasional dan Sawah Pokok Murah (SPM).
“Ini hak petani. Jika mereka bisa membeli pupuk dengan harga wajar, maka biaya produksi akan berkurang, dan keuntungan bisa meningkat,” ujar Benni.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Agam terhadap Asta Cita Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan, serta sebagai wujud nyata keberpihakan kepada petani dalam meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan. (pry)






