AGAM/BUKITTINGGI

Akan Tindak Tegas Penjual Pupuk di Atas HET, Bupati Agam: Ini Hak Petani!

1
×

Akan Tindak Tegas Penjual Pupuk di Atas HET, Bupati Agam: Ini Hak Petani!

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN KHUSUS— Bupati Agam Benni Warlis melakukan pertemuan khusus dengan Pupuk Indonesia, distributor, pengecer, penyuluh pertanian dan lainnya, di aula Kantor Bupati Agam, Senin (14/4).

AGAM, METRO–Persoalan mahal dan langkanya pupuk bersubsidi kembali menjadi keluhan utama para petani di Kabupaten Agam. Menanggapi kondisi ini, Bupati Agam Benni Warlis menggelar pertemuan khusus bersama pihak Pupuk Indonesia, distributor, pe­nge­cer, pe­nyuluh pertanian, serta stakeholder terkait, di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (14/4).

Dalam rapat tersebut, Bupati Benni mendapatkan laporan adanya penge­cer yang masih menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, sesuai aturan, HET sudah men­­cakup keuntungan bagi distributor maupun pengecer, termasuk biaya transportasi.

“Aturannya sudah je­las. Kalau masih ada yang men­jual di atas HET, kami akan tindak tegas bersama Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3),” tegas Benni.

Bupati menyampaikan bahwa para petani saat ini telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga biaya produksi yang tinggi. Ia me­nilai, menjual pupuk bersubsidi di atas harga resmi merupakan bentuk ketida­kadilan terhadap petani.

“Petani sudah cukup menderita. Jangan tambah beban mereka. Kita harus berpihak pada petani,” ujarnya lantang.

Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa tidak ada lagi alasan bagi distributor maupun pengecer untuk menaikkan harga pupuk bersubsidi. Pemerintah Ka­bu­paten Agam menegaskan komitmennya untuk menertibkan sistem distri­bu­si pupuk, guna mendu­kung program swa­sembada pa­ngan nasional dan Sawah Po­kok Murah (SPM).

“Ini hak petani. Jika mereka bisa membeli pupuk dengan harga wa­jar, maka biaya produksi akan berkurang, dan keuntungan bisa meningkat,” ujar Benni.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Agam terhadap Asta Cita Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan, serta sebagai wujud nyata keberpihakan kepada petani dalam meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan. (pry)