METRO PADANG

Ketua LKAAM Sebut Tanah Ulayat Bersertifikat tak Bisa Dijual Sepihak

0
×

Ketua LKAAM Sebut Tanah Ulayat Bersertifikat tak Bisa Dijual Sepihak

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat menegaskan bah­wa tanah ulayat yang telah bersertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak bisa diperjualbelikan secara sepihak oleh datuk atau tokoh adat.

“Tanah ulayat bersifat kolektif, tidak bisa dijual oleh datuk secara sepihak,” kata Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Minggu (14/4).

Fauzi menjelaskan bahwa dalam proses pendaftaran sertifikat tanah ulayat ke BPN, dicantumkan se­jum­lah nama tokoh adat atau pucuk pimpinan kaum. Oleh karena itu, setiap proses jual-beli atau pengalihan hak atas tanah tersebut harus mendapatkan persetujuan dari semua pihak yang namanya tercantum di dalam sertifikat.

Baca Juga  Puluhan Buruh Demo di DPRD Padang

Jika salah satu dari na­ma tersebut telah meninggal dunia, maka persetujuan harus diperoleh dari ahli waris yang sah. Tanpa persetujuan penuh, proses jual-beli tersebut dinyatakan tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum.

“Tanah ulayat yang bersertifikat justru lebih sulit dijual dibandingkan tanah pribadi karena terdaftar secara kolektif,” ujarnya.

Fauzi juga mendorong para niniak mamak (tokoh adat) agar tidak ragu men­daftarkan tanah ulayat ke BPN. Menurutnya, legalitas ini justru memberikan perlindungan hukum lebih kuat terhadap keberadaan tanah pusako tinggi di Minangkabau.

Baca Juga  45 Anggota DPRD Bimtek di Bukittinggi

Ia menambahkan, ga­gasan untuk menyertifikatkan tanah ulayat ini sudah di­mulai sejak era Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, yang bercita-cita menjaga keberlangsungan tanah ulayat bagi anak dan kemenakan di Ranah Minang. Namun, baru pada 2024 kebijakan ini terealisasi melalui inisiatif Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto.

“Sertifikat komunal ini sudah diuji coba di Kabupaten Tanah Datar dan Limapuluh Kota. Ini sangat menguntungkan, terutama bagi pelestarian tanah pu­sako tinggi,” ujarnya. (rel)