PAYAKUMBUH, METRO–Dalam Kunjungan Kerjanya di Provinsi Sumatera Barat, Direktur Advokasi BNN RI, Brigjen. Pol. Drs. Jafriedi. M.M menyempatkan diri untuk meninjau beberapa Peternakan Kuda Pacu di Kota Payakumbuh dan berdiskusi langsung dengan ketua Pordasi setempat. Turut mendampingi Kepala BNNK Kota Payakumbuh Febrian Jufril, SE. M.Si.
Menurut Jenderal Kelahiran Payakumbuh ini, Pacuan Kuda di Tanah Minang bukan hanya sekedar Pacuan Kuda biasa seperti di daerah lain. Pacuan kuda disini memiliki filosofi dan akar sejarah yang sangat kuat. Menurutnya Tradisi pacuan kuda telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Minangkabau sejak zaman dulu.
“Karena merupakan bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat, pacuan kuda menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat sehingga terwujud sikap saling gotong-royong,” ujarnya tokoh Luak Limo Puluah ini.
Disampaikannya, selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat juga akan meningkat aktivitas ekonomi yang mendorang tumbuhnya perekonomian lokal. Sehingga perlu upaya pelestarian dan juga intervensi pemerintah daerah
Oleh karena itu perlu intervensi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan mendukung terhadap olahraga kuda pacu di sumatera barat lebih khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menyiapkan bibit kuda yang baik serta fasilitas yang memadai baik gelanggang olahraganya maupun kandang yang memadai. Selain itu perlu membuat event tahunan dengan hadiah yang menarik. “Pacuan kuda Minangkabau adalah contoh nyata bagaimana tradisi mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati diri,” sebutnya. (uus)






