METRO SUMBAR

Laksanakan Program Sekolah Rakyat 2025, Pemkab Solok Ditetapkan Satu dari Enam Daerah Pertama di Indonesia

0
×

Laksanakan Program Sekolah Rakyat 2025, Pemkab Solok Ditetapkan Satu dari Enam Daerah Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
JALIN KOMUNIKASI— Bupati Solok Jon Firman Pandu saat menjalin komunikasi strategis dengan Kementerian Sosial RI di Jakarta.

SOLOK, METRO–Kabupaten Solok resmi ditetapkan sebagai salah satu dari enam daerah pertama di Indonesia yang akan melaksanakan Program Sekolah Rakyat Ta­hun 2025. Terobosan besar dicapai Kabupaten Solok dalam agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional.  Bupati Solok Jon Firman Pandu pun menjalin komunikasi strategis dengan Kementerian Sosial RI di Jakarta.  “Hasilnya, Kabupaten Solok resmi ditetapkan sebagai salah satu dari enam daerah pertama di Indonesia yang akan me­laksa­nakan Program Se­kolah Rakyat Tahun 2025,” ujar Jon Firman Pandu.

Sebagai bagian dari taha­pan awal, Pemerintah Kabupaten Solok mengikuti rapat pembahasan Draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus merumuskan mekanisme kerja sama, pembagian tanggung jawab, serta jaminan keberlanjutan program di tingkat daerah.

Dalam rapat secara virtual itu, TB Cahaerul Dwi­sapta, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat me­rupakan program prioritas nasional yang digagas lang­sung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan dan ma­syarakat miskin.

Tak hanya menekankan aspek akademik, Se­kolah Rakyat juga fokus pada pembinaan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pemberdayaan sosial.

Dalam rapat tersebut, Kabupaten Solok dinyatakan siap melaju pada pelaksanaan tahap pertama. Dari total 53 titik pembangunan Sekolah Rakyat se-Indonesia, Kabupaten Solok menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang dinilai paling siap menjalankan program ini.

Sekretaris Daerah Ka­bupaten Solok, Medison, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan lahan seluas 3 hektar di eks-Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuak Selasih sebagai lokasi utama pembangunan.

Meski demikian, sejumlah perbaikan infrastruktur masih diperlukan, terutama pada asrama, ruang kelas, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah daerah mengajukan anggaran rehabilitasi sebesar Rp6 miliar, yang diharapkan dapat diakomodasi melalui APBN. “Kami menyampaikan terima ka­sih kepada Wakil Gubernur Vasco Ruseimy yang telah membuka jalan komunikasi ini. Sekolah Rakyat adalah peluang emas untuk meningkatkan Indeks Pem­bangunan Manusia di Kabupaten Solok,” ujar Bupati Jon Firman Pandu.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan Provinsi hingga pemerintah daerah, Kabupaten Solok siap membuktikan diri sebagai pelopor pendidikan inklusif dan lokomotif kemajuan SDM di Sumatera Barat. (vko)