WR SUPRATMAN, METRO–Rumah yatim Al Ma’Un Kota Payakumbuh, beralamat di Jalan WR Supratman No.212, kelurahan Sawah Padang Aur Muning, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, bersedia memacu dan memotivasi untuk orang tua yang mempunyai anak yatim dan terkendala biaya. Kami, selaku salah seorang pendiri rumah yatim Al Ma’Un Kota Payakumbuh siap menampung dan mendididik serta membiayai anak yatim dan anak terlantar sampai mandiri dan tamat. Yayasan yang kami dirikan ini dapat menampung 20-30 orang.
“Hingga sekarang, baru 6 orang yang sudah kami bimbing dan kami tampung. Ke 6 orang itu, 2 orang sekolah di SMK 3 dan 4 orang sekolah di SMPN 9 Payakumbuh,” ujar pimpinan Yayasan Yatim Al-Ma’Un Wardi Nazman Dt Mangkuto di kediamannya, Minggu (13/4).
Dikatakan Wardi Nazman Dt Mangkuto, tujuan berdirinya rumah yatim Al-Ma’Un ini, agar bisa meningkatkan kwalitas taraf hidup anak yatim dan terlantar secara mandiri dan mendapatkan pendidikan yang profesional.
Rumah yatim Al Ma’’un ini memenuhi kebutuhan anak-anak yang dirawat mulai dari makanan hingga sekolahnya.
Salah satu bukti, di tahun 2025 ini, yayasan rumah yatim Al-Ma’un menoreh catatan membanggakan fi tengah masyarakat dengan diterimanya salah seorang anak kami bernama Nurlela, kelahiran Kapur IX 14 Agustus 2025 tamatan SMK 3 Payakumbuh, dia diterima secara jalur undangan di Universitas Negeri Padang (UNP) dengan jurusan Vokasional Desain Fashion S1. “Alhamdulillah, anak asuh kami diterima tanpa tes, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 di UNP,” ujar WN Dt Mangkuto.
Diakui WN Dt. Mangkuto prestasi anak didik yang kami tampung di Yayasan Al Ma’un ini sebagai wadah berbagi kasih sayang dengan anak yatim dan terlantar. Dengan diterima salah seorang anak asuh kami itu, sebagai siswa undangan suatu yang membanggakan bagi yayasan kami. “Yayan ini didirikan semenjak tahun 2013, semoga kedepan semua anak asuh kami menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi daerah, bangsa dan negara,”ucapnya didampingi istri tercinta Drg Mardhalena.
Dengan visi menciptakan rumah kediaman bagi anak yatim dan anak terlantar yang nyaman profesional, amanah dalam pengelolaan dan pengasuhan, tercapai hendaknya. “Kemudian, kami juga punya misi, membangun rumah bagi anak yatim dan anak terlantar sebagai wadah sosial yang profesional dan dinamis,”terang pensiunan Pusat Sumber Pemberdayaan Data Manusia Regional Bukittinggi di bawah Kemendagri itu.
Sementara itu Asrar Dt. Lelo Angso sebagai tokoh masyarakat Limbukan, Payakumbuh Selatan yang juga sebagai bendahara yayasan berharap untuk kemajuan yayasan. Setidaknya bisa menambah daya tampung anak yatim dan terlantar untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hal ini, peran masyarakat sangat penting untuk penanganan anak terlantar melalui lembaga masyarakat.
“Ke depannya, kita perlu juga perhatian dan advokasi dari donatur dan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara RI pasal 34 Ayat 1, negara wajib memelihara snak terlantar termasuk menyekolahkannya dan pendidikan layak,” ujarnya.
Ditambahkannya, sebagai masyarakat, kita harus peduli dan oeka terhadap anak yatim dan anak terlantar untuk mendidik, mengajar, serta melatih kemampuan anak yatim dan anak terlantar untuk mandiri di kemudian hari.
Setelah itu, mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan anak yatim dan anak terlantar. Menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi anak yatim dan anak terlantar dan menjadi fasilitator yang amanah antara kaum aghniya dan kaum duafa. “Semuanya itu, tentu bertujuan untuk meningkatkan kualitas taraf hidup anak yatim dan anak terlantar agar bisa hidup secara mandiri saat sudah balig,”papar Asrar Dt. Lelo Angso. (uus)






