METRO SUMBAR

Skema Baru Lalin Padangpanjang Sistem Satu Arah, Wako Hendri Arnis: Skema Lalin Akan Terus Dievaluasi Sejauh Apa Efektifitasnya

0
×

Skema Baru Lalin Padangpanjang Sistem Satu Arah, Wako Hendri Arnis: Skema Lalin Akan Terus Dievaluasi Sejauh Apa Efektifitasnya

Sebarkan artikel ini

DIBERLAKUKANNYA Sistem Satu Arah (SSA) di sejumlah ruas jalan di Kota Padangpanjang hingga Kamis (10/4), telah memberikan nuansa baru di Kota Padangpanjang. Penerapan skema baru arus lalu lintas tersebut berjalan lancar dan terkendali, tanpa kendala berarti yang meng­hambat pergerakan kendaraan.

Wako Hendri menyampaikan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan guna menertibkan kembali lalu lintas di kawasan Pasar Pusat. “Kita menertibkan lagi kawasan ini agar lalu lintas masyarakat tetap lancar saat menuju kawasan pasar. Skema ini terus dalam pantauan kita sekaligus mengevaluasi sejauh apa efektifitasmya,” ujar Hendri Arnis.

Adapun rute rekayasa lalu lintas ini, Jalan Imam Bonjol satu arah dari Balai-Balai (AB Mart) ke Simpang Karya. Jalan M. Sjafei dan Khatib Sulaiman satu arah dari Simpang M. Sjafei sampai Gerbang Tanah Hitam.

Lalu Jalan M Yamin depan Bank Nagari bisa dua arah dari Simpang Karya ke Bukit Surungan. Jalan Sudirman satu arah dari Simpang PDAM ke Simpang SMPN 1.

“Untuk Pasar Kuliner dilarang masuk untuk roda dua maupun roda empat, baik dari depan Sjafei maupun dari arah Polsek. Rekayasa lalu lintas ini kita berlakukan untuk semua jenis kendaraan, roda dua, roda empat, roda enam, begitu juga untuk ojek pasar,” tuturnya lagi.

Wako Hendri Arnis berharap dengan adanya rekayasa lalu lintas ini bisa dipatuhi semua pengguna jalan tanpa ada yang melanggar, karena petugas akan ditugaskan di lokasi tertentu nantinya.

Baca Juga  Mahasiswa Asing Kunjungi Bekas Tambang Warisan Dunia

Pantauan POSMETRO dilapangan, banyak petugas pengatur lalu lintas beroperasi di sejumlah ruas jalan yang termasuk dalam skema baru lalin tersebut. Selain petugas, Pemko Padangpanjang juga melengkapi titik-titik strategis dengan rambu-rambu tambahan sebagai penanda arah dan pengi­ngat bagi pengendara.

Pro dan kontra terkait sistem satu arah yang berlakukan Pemko Padangpanjang juga mencuat di kalangan masyarakat. Pa­sal­nya, sistem tersebut ada masyarakat yang me­rasa dirugikan dan ada yang merasa diuntungkan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Arkes Refagus menyebutkan, skema arus lalu lintas telah diberlakukan sejak Rabu (9/4). Sementara ma­syarakat mulai beradaptasi dengan baik terhadap sistem baru ini.

“Pelaksanaan hari ke­dua ini jauh lebih tertib. Masyarakat sudah mulai memahami dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas, terutama di ruas Jalan Sudirman dan Imam Bonjol. Arus kendaraan lancar, tidak ada kemacetan yang berarti,” ungkapnya

Selain itu, ungkap Arkes Refagus melanjutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk para pengusaha angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan perbatasan, hingga angkutan dalam kota.

“Kami telah merapatkan jalur angkutan bersama stakeholder terkait. Kami minta jalur ini dipatuhi, dan jika ada pelanggaran, akan dilakukan tindakan preventif dengan dukungan Satlantas,” ucap Arkes.

Disampaikannya, Sebanyak 122 personel ga­bungan dari Polri, TNI, Dishub, hingga Satpol PP diturunkan, mendukung kelancaran lalu lintas.

Baca Juga  Rizki Aulia Jabat Ketua KNPI Pasaman Barat

Arkes juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang dan memberikan saran atau kritik dengan cara yang santun.

“Kami terbuka dengan masukan masyarakat. Silahkan sampaikan dengan cara yang baik, karena kami juga ingin mencari solusi terbaik demi kenyamanan bersama, khusus­nya di kawasan pasar. Tujuan utama dari sistem ini adalah memperlancar arus kendaraan dan menunjang geliat ekonomi,” tambahnya.

Pemko, sebutnya, berharap rekayasa lalu lintas ini menjadi solusi jangka panjang guna mendukung kenyamanan, ketertiban, dan pertumbuhan eko­no­mi masyarakat.

Sementara itu, warga kota, Syafii (35), menyambut baik penertiban lalu lintas di pusat kota kini terasa lebih teratur dan nyaman. “Biasanya agak semrawut, apalagi di jam sibuk. Sekarang lebih enak, jalanan jadi lebih tertib. Harapannya sistem ini bisa terus dilanjutkan dan disempurnakan,” ujar Syafii.

Berbeda dengan Devid Purin salah seorang pe­ngendara, sistem satu arah tersebut membuat perjalanannya semakin jauh. Namun, dirinya berharap sistem satu arah ini diterapkan secara fleksibel.

“Kalau bisa, sistem ini diberlakukan di jam-jam tertentu saja. Misalnya saat pagi dan sore hari saat aktivitas padat. Atau mungkin hanya di hari-hari tertentu. Jadi masyarakat bisa lebih menyesuaikan dan tidak merasa dibatasi secara penuh,” ujarnya. (rmd)