BERITA UTAMA

Hanyut di Drainase Depan Rumah saat Bermain, Balita Ditemukan Tewas Tersangkut Bebatuan

0
×

Hanyut di Drainase Depan Rumah saat Bermain, Balita Ditemukan Tewas Tersangkut Bebatuan

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah balita yang tewas tenggelam terseret arus di Sungai Bandar Buat, Kota Padang.

PADANG, METRO–Bocah laki-laki berusia 3,5 tahun yang dilaporkan hanyut di drainase depan rumahnya di kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Pa­dang, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Selasa (8/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sayangnya, korban bernama Alif Hafiz Rizki, anak ketiga dari Reva (24) saat ditemukan kondisinya su­dah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan tersangkut di bebatuan aliran Sungai Bandar Buat yang jaraknya sekitar 1,5 Kilometer dari rumah korban.

Usai ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban dari aliran sungai. Selanjutnya, atas permin­taan keluarga korban, je­nazah tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan lalu dima­kamkan.

Diketahui, korban Alif Hafiz Rizki dilaporkan hilang pada Senin sore (7/4) sekitar pukul 15.00 WIB setelah bermain di sekitar jembatan dekat rumahnya, tepatnya di kawasan Belakang Pemancar RCTI, RT 3 RW 05, Kelurahan Bandar Buat.

Upaya pencarian segera dilakukan oleh warga setempat, namun hingga malam hari bocah malang tersebut belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Basarnas, PMI Kota Padang, TRC PT Semen Padang, Polri, TNI, serta para relawan dan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Hendri Zulviton menyampaikan bahwa jenazah Alif berhasil ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia atau dalam status kode hitam. Proses evakuasi dilakukan setelah upaya pencarian intensif sejak kemarin,” jelas Hendri da­lam keterangan resminya.

Hendri menuturkan, korban dilaporkan terseret arus drainase saat korban sedang bermain di jembatan yang tidak jauh dari rumahnya, korban diduga terjatuh dan terseret arus sungai, hingga dilaporkan hilang.

“Ketika Laporan Masuk, Tim BPBD Langsung Melakukan Penyusuran pada Senin 7 April 2025 pukul 15.00 WIB, Namun, tidak berhasil menemukan korban dan dilanjutkan pada Selasa pagi 8 April 2025. Pada pagi tersebut tim langsung menemukan korban di samping batu,” ujar dia.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, Hendri Zulviton pun meng­imbau warga dan orang tua untuk senantiasa mening­katkan kewaspa­daan serta memastikan anak-anak selalu dalam pengawasan ketika terjadi hujan

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di area berisiko tinggi, seperti sekitar aliran sungai atau jembatan. Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspa­daan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (brm)