PADANG, METRO–Memasuki hari pertama setelah melaksanakan libur bersama Lebaran 1446 H, Komandan Pangkalan Utama TNI AL Danlantamal II Laksamana Pertama (Laksama) TNI Sarimpunan Tanjung, meningatkan prajuritnya untuk mewaspadai situas terkini. Hal ini disampaikan saat melaksanakan apel khusus. Selain itu orang nomor satu di jajaran TNI AL di Lantamal II ini juga menyampaikan ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri 1446H/2025 M, kepada semua prajurit dan PNS Lantamal II, Selasa (8/4). “Untuk itu kami mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS mewaspadai kondisi terkini,’ ungkap Laksama TNI Sarimpunana Tanjung.
Lebih lanjut Danlantamal menyampaikan, prajurit Lantamal II jadilah sebagai jati diri Prajurit Jalasena yang memahami tugas dan tanggung jawab, sesuai dengan bidang tugasnya masing masing.
Dikatakan Sarimpunan Tanjung, bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki luas wilayah laut lebih besar dibanding daratan sudah semestinya menempatkan pertahanan utama di laut. Peran TNI AL dalam bidang pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan di laut diharapkan dapat menjaga dan melindungi kedaulatan, keutuhan wilayah serta keselamatan seluruh bangsa. “Penegakan hukum dan keselamatan di laut sangat dipengaruhi hubungan internasional antar negara yang berbatasan laut guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang akan berimplikasi luas terhadap pembangunan strategi pertahanan maritim Indonesia,” tegasnya.
Selain itu peningkatan fasilitas pertahanan keamanan, sosialisasi, regulasi serta peningkatan kehadiran di laut unsur-unsur yang menjaga keamanan wilayah khususnya di sekitar Ibu Kota Negara Nusantara dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Apalagi posisi strategis NKRI yaitu diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia) menjadikan Indonesia memegang peranan yang penting dalam perkembangan lingkungan strategis di tingkat regional maupun global. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau, garis pantai sepanjang 80.791 km, dan luas perairan 5,8 juta km2, menandakan bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan (Kemenkomar, 2018).
“Hal ini menjadikan ruang maritim sebagai faktor yang dominan bagi pertahanan Indonesia, di mana dalam dimensi pertahanan, ruang maritim merupakan satu kesatuan daratan, laut yang terhubung oleh laut dan udara. Sehingga pertahanan keamanan Indonesia haruslah memprioritaskan kepada sistem pertahanan di laut,” jelasnya.
Pada hakekatnya sebut Sarimpunan Tanjung, upaya dalam menjaga keamanan wilayah laut yuridiksi nasional yang digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia merupakan kewajiban dari seluruh komponen bangsa terutama instansi pemerintah yang memiliki kewenangan di laut sesuai dengan aturan yang ada, termasuk TNI AL dengan melibatkan seluruh stakeholder yang secara sinergis akan menghasilkan upaya pengamanan wilayah laut yuridiksi nasional Indonesia yang efektif dan efisien.
Pertahanan dan keamanan negara yang kuat akan menjaga dan melindungi kedaulatan setiap negara di dunia, begitu pula Indonesia. Akan tetapi, apabila fungsi pertahanan dan keamanan suatu negara lemah, maka dapat berakibat kerawanan terhadap keamanan nasional hingga keutuhan dan kedaulatan negara “Untuk itu kami ingatkan dan tegaskan kembali jadilah seorang prajurit yang porposional dan profesioanal. Saat negara membutuhkan kalian, kalian harus siap,” tegas Sarimpunan Tanjung.
Setelah pelaksanaan Apel khusus dilaksanakan, salaman seluruh prajurit kepada Danlantamal, Wadanlantamal Kolonel Laut (P) Mulyadi. S.E.,CRMP.,M.Tr.Opsla, Pejabat Utama, Kasatker, Ketua Korcab II DJA I beserta pengurus Jalasenastri. (ped)






