JAKARTA, METRO–Satgas Damai Cartenz berupaya menjaga keamanan paska penembakan terhadap Mantan Kapolsek Mulia. Sebanyak 100 personel tambahan dikerahkan untuk mengamankan Puncak Jaya.
Kepala Humas Satgai Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo menjelaskan, terdapat 100 personel tambahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Sudah dikerahkan,” paparnya.
Saat ini OPM yang menjadi pelaku penembakan masih dikejar. Petugas berupaya menegakkan hukum terhadap pelaku. “Pelaku betul dari OPM,” terangnya.
Dia memastikan bahwa kondisi keamanan di Puncak Jaya telah kondusif. Petugas berupaya mencegah insiden semacam itu kembali terjadi. “Kami terus bekerja,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi keji kembali terjadi yang menyasar aparat keamanan. Mantan Kapolsek Mulia Iptu Djamal Renhoat diduga ditembak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Korban gugur dalam penembakan yang terjadi di kiosnya di Kampung Wuyuki, Mulia, Puncak Jaya.
Terjadinya penembakan itu dibenarkan Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara. Menurutnya, mantan Kapolsek Mulia Iptu (Purn) Djama Renhoat dilaporkan ditembak pada Senin malam (7/4) di rumahnya yang memiliki kios. “Pelaku penembakan diduga kuat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” paparnya.
KKB merupakan sebutan untuk TPNPB-OPM dari kepolisian. Setelah penembakan, almarhum dilarikan ke RSUD Mulia. Diketahui korban mengalami luka tempat di bagian pipi tembus ke leher. “Kami melakukan penyelidikan dalam kasus penembakan tersebut,” terangnya.
Sementara Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom mengakui bahwa TPNPB-OPM bertanggungjawab atas penembakan tersebut. “ Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap Yambi, Tengamati Enumby dan pasukannya pada hari ini Senin, 7 April 2025 bahwa kami siap bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang Mantan anggota Polsek Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, Papua,” terangnya.
Dan penembakan tersebut dilakukan, karena TPNPB-OPM telah mengikuti korban selama beraktivitas di wilayah konflik bersenjata. “Sehingga kami menghimbau kepada seluruh orang imigran Indonesia untuk segera keluar dari wilayah-wilayah konflik bersenjata di tanah Papua agar tidak menjadi korban selanjutnya,” jelasnya.
Peringatan penting terhadap warga sipil Indonesia jika terus berkeliaran di wilayah konflik bersenjata. “Maka TPNPB-OPM akan memberikan cap sebagai agen intelejen Militer Pemerintah Indonesia,” ujarnya. (jpg)






