DHARMASRAYA, METRO–Tidak masuknya Kabupaten Dharmasraya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bukan lah hal baru di Kabupaten Dharmasraya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan RIset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Dharmasraya, Paryanto kepada Postmetro, Selasa (8/4).
“Dulu Kabupaten Dharmasraya juga tidak masuk ke dalam RPJMN, namun hal tersebut tentu tidak semerta-merta menjadikan Kabupaten Dharmasraya tertinggal di bidang pembangunan,” ungkapnya.
Pariyanto juga mengatakan, bahwa RPJMN bukanlah harga mati bagi pembangunan daerah, akan tapi lebih merupakan arah dan pedoman nasional yang menjadi acuan bagi daerah dalam menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
“Jadi meskipun tidak masuk dalam RPJMN, kita masih bisa memperjuangkan pembangunan di daerah dengan tiga hal, pertama yaitu dengan melihat dan memasukkan Kabupaten Dharmasraya ke dalam Lokpri (Lokasi Prioritas) Pembangunan Kawasan,” ucapnya.
Kedua, ditambahkan Paryanto, Pemerintah Daerah Dharmasraya juga akan menyusun dan menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Dharmasraya denggan RPJMD Provinsi Sumatera Barat.
“Dan ketiga, adalah dengan memasukkan Kabupaten Dharmasraya ke dalam Renstra dan Renja pada tingkat kementerian, yang pastinya itu juga akan mengacu pada RPJMN Kementerian,” katanya.
Dan penyesuaian ini, dikatakan dia, merupakan amanat umdang – undang No. 25 Tahun 2004 yang harus dijalankan tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa perencanaan di daerah harus mengacu pada perencanaan pembangunan nasional.
“Namun begitu, daerah tetap berkomitmen punya ruang otonomi untuk mengatur prioritas sesuai dengan kebutuhan lokal, selama masih tetap dalam koridor nasional,” sebutnya.
Paryanto juga menjelaskan, soal tidak masuknya daerah ini ke RPJMN, diluar sepengetahuannya tidak ada hubungannya dengan politik. Namun, karena tidak diusulkan kepada Provinsi, dan itu pun dikarenakan Kabupaten Dharmasraya tidak diajak untuk itu.
“Jangankan kita, untuk tingkat Provinsi saja hanya sekali diundang untuk membahas RPJMN tersebut,” ungkapnya.
Terakhir, Paryanto menyampaikan, bahwa pihaknya bersama Pemerintah Daerah Dharmasraya saat ini tengah menyusun RPJMD untuk disesuaikan dengan RPJMD Propinsi guna menyinkronkan lokus pembangunan Provinsi dengan Kabupaten Dharmasraya. (cr1)






