BUKITTINGGI, METRO–Mengawali hari pertama kerja pasca cuti bersama Lebaran Idul Fitri 1446 H, Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, SH., memimpin langsung apel gabungan perdana di halaman Kantor Balai Kota, Selasa (8/4).
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ibnu Azis, Pj. Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, BUMD, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Dalam amanatnya, Wali Kota Ramlan menekankan pentingnya disiplin kerja dan kepatuhan terhadap aturan dalam melayani masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dan menuntut kerja sama lintas sektor.
“Tanggung jawab kita besar, masyarakat menunggu hasil pembangunan. Oleh karena itu, kita harus tetap berpegang pada aturan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Wali Kota Ramlan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi yang telah bekerja ekstra selama libur Lebaran, khususnya kepada Dinas Lingkungan Hidup yang menghadapi lonjakan volume sampah hingga 300 persen, serta Satpol PP yang tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan Perda.
“Bukittinggi yang bersih dan tertata adalah harapan kita bersama. Perlu sinergi semua pihak untuk mencapainya. Kita tidak melarang masyarakat berdagang, tapi harus sesuai aturan dan lokasi yang telah ditentukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wako juga menyinggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dan parkir yang belum mencapai target meski Bukittinggi ramai dikunjungi wisatawan selama libur lebaran.
“Dua sektor ini harus kita kejar. Potensi wisatanya ada, tinggal bagaimana kita maksimalkan pengelolaannya,” ungkapnya.
Terkait isu tenaga kontrak yang dirumahkan, Wali Kota Ramlan menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah kebijakan pribadi, melainkan merupakan bagian dari regulasi Pemerintah Pusat terkait penguatan ASN yang hanya akan terdiri dari PNS dan P3K.
“Kunci pengangkatan tenaga kontrak ada pada database dan formasi. Jika daerah ingin mengangkat lebih banyak, maka formasinya juga harus tersedia. Ini bukan keputusan pribadi, tapi bagian dari kebijakan nasional,” jelasnya.
Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang mempolitisasi isu ini, karena kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya yang tengah dijalankan.
Apel perdana ini ditutup dengan acara halal bihalal, sebagai bentuk mempererat silaturahmi antar ASN setelah menjalani bulan Ramadan dan libur Idul Fitri. (pry)






