PESSEL METRO–Tim Satreskrim Polres Pesirir Selatan mengungkap kasus pememuan kerangka manusia yang terpotong-potong dan dicor dalam dalam bak mandi bekas sarang walet di Bukit Ransam, Kampung Sungai Nipah, Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kerangka manusia yang ditemukan diketahui bernama Periwisata yang berasal dari dari Surantih, Kecamatan Sutera. Korban ternyata dibunuh oleh temannya bernama Bobi (34) pada bulan Maret 2023 lalu di dalam kamar Kafe Kharisma.
Korban dibunuh dengan cara dipukul menggunakan kayu balok dan lehernya digorok. Setelah korban tewas, Bobi kemudian memotong tubuh korban menggunakan gergaji menjadi beberapa bagian lalu memasukkannya ke dalam bak mandi.
Bahkan, untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu, jasad korban yang sudah dimutilasi kemudian dicor dalam bak mandi yang berada di bekas bangunan sarang burung walet. Namun perbuatan Bobi akhirnya terbongkar setelah pekerja bangunan yang membongkar bak mandi menemukan kerangka korban.
Saat ditemukan pada Sabtu (5/4), kerangka tersebut dalam kondisi terlilit tali, tertutup terpal biru, dan terbungkus semen yang telah mengeras. Bersama kerangka tersebut ditemukan barang bukti lain berupa KTP atas nama Periwisata. Sedangkan pelaku Bobi berhasil ditangkap di salah satu rumah di Kenagarian Painan Utara, Kecamatan IV Jurai, pada Minggu (6/4).
Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP M Yogie Biantoro, mengatakan setelah dilakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi, terungkap pelaku mutilasi merupakan teman korban. Kasus ini pun berhasil diungkap dalam waktu 1×24 jam usai penemuan kerangka korban.
“Hubungan korban dan pelaku adalah berteman. Pemicunya berawal dari pinjam meminjam uang. Saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolres dan sedang menjalani pemeriksaan intensif,” kata AKP Yogie, Senin (6/4).
AKP Yogie menuturkan, dari keterangan pelaku, korban dibunuh pada Maret 2023 di dalam kamar Kafe Karisma pukul 22.00 WIB. Kafe ini bersebelahan dengan bangunan sarang walet.
“Korban datang seorang diri ke tempat pelaku. Korban datang dengan meminjam uang sebanyak Rp 400 ribu kepada pelaku, namun ditolak,” ungkapnya.
Penolakan meminjam uang ini, selanjutnya memicu keributan antara korban dan pelaku. Hingga korban dipukul mengunakan balok kayu.
Ditambahkan AKP Yogie, setelah korban dipastikan tewas, pelaku menggorok leher pelaku menggunakan parang. Sedangkan tubuh korban digergaji beberapa bagian.
“Pelaku memotong leher, perut dan kedua kaki korban dan selanjutnya tubuh korban yang sudah terpotong potong tersebut dipindahkan ke bak mandi bekas sarang walet tersebut,” imbuhnya.
Yogie mengungkapkan alasan pelaku melakukan mutilasi kepada tubuh korban agar muat dimasukkan ke dalam bak mandi. Setelah itu, bak mandi dicor pelaku mengunakan semen agar menghilangkan jejak.
“Pemilik kafe ini awalnya mau renovasi, kafe berdampingan dengan bekas sarang walet. Setelah dicek, digali ditemukan kerangka jasad korban. Pengakuan pelaku tega memutilasi tubuh korban biar muat dalam bak mandi,” pungkasnya. (rio)






