AGAM, METRO–Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Senin, (7/4), pukul 18.01 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Ahmad Rifandi mengatakan, erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 3.391 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 2.3 mm dan durasi 33 detik,” kata Ahmad Rifandi.
Ahmad Rifandi menambahkan, sebelum terjadi erupsi pada sore hari, hujan sedang turun sekitar lereng Gunung Marapi. Dia berharap kepada warga yang tinggal tepi sungai yang berhulu di Gunung Marapi untuk waspada.
“Bersama ini disampaikan bahwa saat ini sedang turun hujan di sekitar lereng Gunung Marapi, harap tingkatkan kewaspadaan terutama untuk warga yang tinggal di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi,” ujarnya.
Sementara pemantauan CCTV di Sarasah Lurah, sungai di daerah tersebut nampak debit airnya meningkat akibat hujan, beberapa petugas Kelompok Siaga Bencana mengingatkan warga di Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam untuk waspada karena aliran sungai tersebut mengalir ke daerah Bukik Batabuah.
Rekomendasi PVMBG
Sementara itu, terkait aktivitas Gunung Marapi yang masih tinggi, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan, dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek.
Kedua, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan. Jjika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan.
Ketiga, seluruh pihak diharapkan menjaga suasana kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Keempat, Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi guna mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas gunung.
Kelima, masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui situs web resmi Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, atau aplikasi Magma Indonesia yang tersedia di Google Play Store, serta melalui media sosial PVMBG. (*)






