JAKARTA, METRO–Timnas Indonesia senior sedang tidak ada agenda dalam waktu dekat. Rupanya hal itu dimanfaatkan oleh Patrick Kluivert untuk bermain bersama Barcelona Legend dalam laga persahabatan melawan Real Madrid Legend.
Barcelona Legend harus mengakui keunggulan sang rival Real Madrid Legend pada laga bertajuk El Clasico ‘Legends Faceoff’. Bermain di Stadion DY Patil, Mumbai, Minggu (6/4), mereka kalah 0-2.
Dalam sebuah laga nostalgia bagi para penggemar sepak bola India, dua klub raksasa Spanyol, yang menampilkan beberapa legenda dalam permainan ini, menghidupkan kembali rivalitas ikonik di Navi Mumbai.
Barcelona Legend turun dengan legenda-legenda beken seperti Kluivert, Vítor Baia, Fernando Navarro, Carles Puyol, Frank de Boer, Sergi Barjuan, Jose Edmílson, Xavi Hernandez, Gaizka Mendieta, dan Rivaldo.
Sayangnya, Kluivert gagal menunjukkan taringnya sebagai striker buas di laga tersebut. Pelatih Timnas Indonesia ini gagal memberikan kontribusi gol dan membuat Real Madrid mencuri keunggulan.
Penyerang Fernando Morientes membuka gol bagi Real Madrid pada menit ke-14, usai berhasil menyelesaikan pergerakan yang dimulai oleh Luis Figo dan Michael Owen.
Babak kedua tim, legenda Barcelona menekan lebih keras. Mereka berusaha untuk menyamakan kedudukan dengan melancarkan serangan bertubi-tubi.
Akan tetapi, usaha mereka harus terhenti pada menit ke-69 ketika David Barral menggandakan keunggulan Real Madrid. Sang striker menari-nari melewati Carles Puyol dan Frank de Boer sebelum dengan tenang menempatkan bola melewati penjaga gawang dan memastikan kemenangan Los Blancos.
Semasa aktif bermain, Kluivert pernah berseragam Barcelona dan turut mengantarkan klub raksasa Spanyol tersebut menjuarai La Liga. Selama di Catalunya, dia bisa terbilang sebagai striker yang ganas.
Stastistiknya saat menjadi pemain menunjukkan hal tersebut ketika membela Blaugrana. Kluivert berhasil mencatatkan 257 pertandingan di semua kompetisi.
Ayah dari Justin Kluivert ini berhasil mencatatkan 122 gol bagi Barcelona. Selain itu, sumbangan assistnya juga cukup lumayan yaitu sebanyak 62 kali.
Tak pelak, laga tersebut seakan menjadi pengisi kekosongan Kluivert di tengah jadwalnya meracik strategi Timnas Indonesia. Seperti yang diketahui, pasukan Garuda baru kembali beraksi pada Juni mendatang.
Jay Idzes dan kolega dijadwalkan menghadapi dua laga pamungkas di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yaitu melawan Tiongkok pada 5 Juni di Jakarta kemudian tandang ke markas Jepang selang lima hari kemudian.
Saat ini, Timnas Indonesia masih mempunyai kans lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dengan syarat harus finis di posisi dua besar. Mereka terpaut empat poin dari Australia yang menempati posisi dua di klasemen.
Syarat pertama Indonesia harus menyapu bersih kemenangan dalam dua laga terakhirnya. Sedangkan syarat kedua mereka akan berharap Australia cuma mendapatkan tambahan maksimal satu angka dari dua laga sisa dan Arab Saudi cuma mendapatkan tambahan maksimal empat angka di dua laga sisa. (jpg)






