BERITA UTAMA

Presiden Prabowo Minta Pejabat Negara Perbaiki Komunikasi Publik, Bahlil: Agar Masyarakat Menerima Informasi yang Benar

0
×

Presiden Prabowo Minta Pejabat Negara Perbaiki Komunikasi Publik, Bahlil: Agar Masyarakat Menerima Informasi yang Benar

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

JAKARTA, METRO–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pejabat negara meningkatkan komunikasi publik. Menurutnya, arahan itu bertujuan agar informasi mengenai program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada seluruh anggota kabinetnya untuk melakukan komunikasi publik yang baik. Artinya, program-program yang sudah dilakukan dan dirasakan oleh rakyat ha­rus mampu kita komunikasikan dengan narasi yang baik serta penyampaian informasi yang cepat,” kata Bahlil di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (26/3).

Ia menegaskan, komunikasi publik yang baik akan memastikan masya­rakat menerima informasi yang benar dan tidak terdistorsi oleh pihak-pihak tertentu.

“Tujuannya agar apa yang sudah kita lakukan bisa benar-benar tersampaikan ke tengah masya­rakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan pentingnya trans­paransi dan kecepatan da­lam menyampaikan informasi kepada publik agar kepercayaan terha­dap pemerintah tetap terjaga.

“Sehingga ruang komunikasi itu bisa diisi oleh fakta-fakta dari kerja nyata pemerintah, bukan oleh informasi yang tidak sesuai atau yang diplintir oleh satu dua kelompok untuk membelokkan kebenaran,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perbaikan komunikasi pemerintah kepada publik. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3).

Upaya perbaikan komunikasi ini bertujuan untuk memastikan informasi yang sampai ke masya­rakat dapat tersampaikan dengan baik dan mencegah timbulnya kesalahpahaman.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik, tetapi perlu diimbangi dengan penyampaian narasi yang tepat.

“Pemerintah tidak antikritik, tetapi bahwa narasi kan juga harus dibangun dengan narasi yang baik. Jangan sampai opini, orang itu berasumsi. Asumsi orang itu tidak bisa kita kontrol. Jangan sampai dia dapat berita sepenggal, kemudian berasumsi negatif kan nggak bagus,” tutur Sudar­yono Selasa (25/3). (jpg)