JAKARTA, METRO–Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendukung Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus teror kepala babi dan tikus yang menyasar ke kantor media dan jurnalis Tempo. Ia menilai, langkah Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap Tempo ini menjadi penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga negara, termasuk pers.
“Penuntasan kasus teror di kantor Tempo menjadi poin penting untuk menunjukkan kalau kebebasan pers masih terjaga di Indonesia. Karena pentingnya hal ini, kami mendukung Bareskrim Polri untuk menuntaskan kasus ini,” kata Rudianto Lallo kepada wartawan, Rabu (26/3).
Kapoksi Fraksi NasDem di Komisi III DPR RI ini menegaskan, kepolisian dituntut serius mengungkap siapa dalang di balik aksi teror ini.
“Kalau teror ini tidak dituntaskan, maka potensi terjadinya teror, intimidasi, bahkan kekerasan terhadap pers dan masyarakat sipil yang kritis bisa berulang,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah memerintahkan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan teror tersebut.
“Kaitannya dengan peristiwa di media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Sigit usai safari Ramadhan di Masjid Raya Medan, Sabtu (22/3).
Sigit memastikan, jajarannya akan memberikan pelayanan terbaik untuk menyelidiki kejadian itu. Hal itu untuk mengusut pelaku teror terhadap Tempo.
“Saya kira kita semua tentunya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut,” urai Sigit.
Dugaan aksi teror dialami media Tempo dan jurnalis Tempo terjadi pada 19 Maret 2025 sekitar pukul 16.15 WIB lalu. Wartawan Tempo, menerima paket berisi kepala babi itu pada 20 Maret pukul 15.00 WIB setelah kembali dari liputan.
Setelah kejadian itu, kantor redaksi Tempo kembali menerima kiriman teror kedua berupa kotak berisi bangkai tikus yang kepalanya dipenggal. Petugas kebersihan menemukan kardus tersebut pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.00 WIB. (jpg)






